Cajuputs Candy, Permen Kayu Putih Karya IPB University Jadi Primadona Raih Penghargaan di UIIF 2026
BOGOR, iNewsBogor.id – IPB University sukses meraih penghargaan Exhibitor Most Visited dalam ajang UI Innovation Festival (UIIF) 2026 yang berlangsung di Main Atrium Gandaria City, Jakarta Selatan, pada 2–3 Oktober 2026. Cajuputs Candy, permen fungsional berbahan minyak atsiri kayu putih, menjadi salah satu produk primadona yang menarik perhatian pengunjung.
Melalui Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I), IPB University membawa sekitar 30 produk inovasi unggulan dari sektor perikanan, peternakan, serta makanan dan nutraseutikal.
Penghargaan Exhibitor Most Visited yang diterima pada penutupan UIIF 2026 tersebut menjadi bukti bahwa inovasi hasil riset perguruan tinggi memiliki daya tarik besar ketika dikembangkan menjadi produk aplikatif yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Kepala LPA2I IPB University, Dr Handian Purwawangsa, mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi IPB University untuk terus memperkuat hilirisasi hasil riset agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat dan industri.
"Kami akan terus berkomitmen mendorong hilirisasi karya para inovator IPB University agar tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah semata, melainkan hadir secara nyata dalam ekosistem industri serta memberikan kontribusi besar bagi kemandirian bangsa,” ujarnya.
Salah satu inovasi yang paling menarik perhatian pengunjung adalah Cajuputs Candy, permen fungsional berbahan minyak atsiri kayu putih yang dikembangkan oleh Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB University, Prof C Hanny Wijaya, bersama timnya.
Produk tersebut memanfaatkan minyak atsiri kayu putih (Melaleuca cajuputi Roxb.) murni asal Pulau Buru yang diolah menjadi produk konfeksioneri fungsional.Cajuputs Candy memadukan esensi kayu putih dengan ekstrak peppermint untuk menghadirkan sensasi segar yang melegakan tenggorokan.
Berdasarkan informasi hasil pengujian yang disampaikan dalam materi inovasi, permen ini menunjukkan aktivitas menghambat pembentukan biofilm bakteri Streptococcus mutans, yang berperan dalam pembentukan karies gigi, serta menekan pertumbuhan jamur Candida albicans yang dapat menyebabkan sariawan.
Inovasi tersebut memperlihatkan potensi pengembangan bahan alam Indonesia menjadi produk bernilai tambah melalui riset dan teknologi pangan.
Daya tarik stan IPB University tidak hanya berasal dari Cajuputs® Candy. Beragam inovasi lain, termasuk bibit cabai dan pepaya, juga menarik minat pengunjung yang ingin memperoleh produk pertanian unggulan.
Daniel, salah seorang pengunjung UI Innovation Festival 2026, mengaku tertarik mendatangi stan IPB University setelah melihat produk permen kayu putih tersebut.
“Saya tertarik melihat *booth* IPB, setelah melihat permen kayu putih ini. Kemudian di sini saya juga melihat inovasi bibit cabai dan pepaya, dan berniat membeli bibitnya karena memiliki keunggulan di bidang pertanian, khususnya dari segi produktivitas dan ketahanannya terhadap hama,” ungkap Daniel.
Menurutnya, pameran inovasi perguruan tinggi memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat produk hasil penelitian yang berpotensi digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
"Berbagai inovasi yang ditampilkan juga menarik karena menunjukkan banyaknya produk hasil riset yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Saya sangat tertarik untuk mencoba dan nantinya merekomendasikannya kepada teman dan saudara,” katanya.
Selain produk makanan dan nutraseutikal, IPB University turut memperkenalkan inovasi dari sektor perikanan dan peternakan. Sektor perikanan menghadirkan beragam olahan pangan laut fungsional yang kaya asam lemak omega-3 serta produk pemanfaatan biomassa maritim secara berkelanjutan.
Sementara itu, sektor peternakan menampilkan formulasi pakan berkualitas tinggi, suplemen ternak, hingga produk kesehatan hewan berbasis bahan alam lokal.
Ragam inovasi tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan industri berbasis sumber daya alam, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Partisipasi IPB University dalam UIIF 2026 sekaligus mempertegas upaya perguruan tinggi tersebut dalam menjembatani hasil penelitian dengan kebutuhan pasar.
Melalui hilirisasi dan kolaborasi dengan industri, inovasi agromaritim diharapkan tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi juga berkembang menjadi produk komersial yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Editor: Furqon Munawar