BPSDM Kemendagri Dorong Penguatan Kapasitas Damkar untuk Pelayanan yang Cepat, Tepat dan Aman
Menurutnya, keberhasilan pengembangan kompetensi aparatur tidak cukup diukur dari terlaksananya pelatihan. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh harus diterapkan secara nyata ketika peserta kembali menjalankan tugas di daerah masing-masing.
“Yang terpenting dari pelatihan ini adalah dampaknya bagi masyarakat. Setelah kembali bertugas, petugas harus lebih terampil menggunakan peralatan, lebih siap dalam merespons keadaan darurat, serta disiplin menjalankan prosedur keselamatan. Kompetensi yang diperoleh harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui pelayanan yang semakin cepat, tepat, aman, dan manusiawi,” ujar Andi Ony.
Untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan, BPSDM Kemendagri mendorong penguatan sejumlah kompetensi utama petugas Damkar. Kompetensi tersebut meliputi keterampilan teknis pemadaman dan penyelamatan, kemampuan mengidentifikasi risiko, koordinasi dan kerja sama tim, serta komunikasi efektif dengan masyarakat dalam situasi darurat.
Penerapan prosedur keselamatan kerja juga menjadi perhatian utama agar setiap operasi pemadaman dan penyelamatan dapat berlangsung secara profesional dan aman, baik bagi masyarakat maupun petugas.
Selain kemampuan individu, peningkatan pelayanan Damkar membutuhkan kesiapan sistem secara menyeluruh. Hal ini mencakup kesiapsiagaan personel, kelayakan sarana dan prasarana, keandalan komunikasi, serta koordinasi lintas instansi untuk memastikan penanganan keadaan darurat berjalan cepat dan efektif.
BPSDM Kemendagri juga menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap hasil pelatihan. Sejumlah indikator yang perlu diperhatikan antara lain keterampilan menggunakan peralatan, ketepatan mobilisasi regu, kejelasan komunikasi di lapangan, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.
Editor: Suriya Mohamad Said