Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dugaan Penganiayaan SPPI di Kantor KPPG Bogor Picu Sorotan Publik
Advertisement . Scroll to see content

BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Dramaga 4 Usai Dugaan Keracunan Siswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:52 WIB
  • author SM Said
BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Dramaga 4 Usai Dugaan Keracunan Siswa
BGN menghentikan sementara operasional SPPG Dramaga 4 di Bogor usai dugaan keracunan siswa. Sebanyak 13 siswa masih menjalani penanganan medis. Foto Kepala KPPG Bogor Haidir/Ist

BOGOR, iNewsBogor.id – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dramaga 4, Kabupaten Bogor, menyusul dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala KPPG Bogor Haidir, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil investigasi awal, dugaan sementara mengarah pada penggunaan bumbu kacang yang telah diolah oleh pihak ketiga sebelum digunakan SPPG Dramaga 4.

Praktik tersebut dinilai tidak sesuai dengan prosedur operasional yang seharusnya diterapkan. Haidir menegaskan, penghentian operasional dilakukan sebagai tindak lanjut atas temuan awal tersebut. SPPG Dramaga 4 dihentikan sementara sejak pengumuman disampaikan hingga waktu yang belum ditentukan.

Terkait penanganan siswa yang diduga mengalami keracunan, Haidir juga meluruskan informasi mengenai jumlah siswa yang menjalani perawatan medis.

Berdasarkan data yang disampaikan, sebanyak 40 siswa telah menjalani observasi di tiga fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Cangkurawok, RS Medika Dramaga, dan RS Karya Bhakti Pratiwi.

Hingga pukul 23.42 WIB pada malam laporan tersebut disampaikan, sebanyak 13 siswa masih menjalani penanganan medis. Jumlah tersebut menurun dibandingkan dengan total siswa yang sebelumnya menjalani observasi.

Saat ini, KPPG Bogor bersama Tim Asistensi dan Koordinator Wilayah Kabupaten Bogor terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pihak sekolah, fasilitas pelayanan kesehatan, serta instansi terkait. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh siswa terdampak mendapatkan penanganan yang diperlukan.

“Evaluasi juga dilakukan terhadap pelaksanaan program MBG, terutama menyangkut keamanan pangan, pemilihan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat,” kata Haidir.

KPPG Bogor menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG. Karena itu, setiap SPPG diwajibkan menjalankan prosedur operasional dan standar keamanan pangan secara konsisten.

BGN juga menyatakan akan memberikan sanksi tegas kepada SPPG yang terbukti menjalankan operasional tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

“Kasus dugaan keracunan di Dramaga ini menjadi perhatian terhadap pentingnya pengawasan rantai pengolahan dan distribusi makanan dalam pelaksanaan program MBG, guna memastikan makanan yang diberikan kepada siswa memenuhi standar keamanan pangan,” tegasnya.

Editor: Suriya Mohamad Said

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut