Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Polri Ultimatum Pihak yang Coba Halangi Penyidikan Korupsi Kakap
Advertisement . Scroll to see content

Di balik Kritik Publik untuk Raffi Ahmad: Kecerobohan Pejabat Publik dan Dampak Boikot RANS Carnival

Selasa, 03 November 2026 | 11:32 WIB
  • author Ifan Jafar Sidik
Di balik Kritik Publik untuk Raffi Ahmad: Kecerobohan Pejabat Publik dan Dampak Boikot RANS Carnival
Raffi Ahmad. Foto: Istimewa

JAKARTA, iNewsBogor.id — Kehadiran figur publik Raffi Ahmad dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 berujung pada gelombang kritik publik dan seruan boikot. Dampak dari polemik tersebut memicu pengunduran diri sejumah kelompok musik papan atas dari pergelaran festival RANS Carnival di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pangkal kontroversi bermula dari kegiatan deklarasi yang diselenggarakan oleh Polda Metro Jaya di kawasan Pospol Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). Acara bertema "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia" tersebut dihadiri Raffi Ahmad dalam kapasitasnya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, serta kreator konten Willie Salim.

Namun, perhelatan itu menuai sorotan tajam lantaran digelar hanya sehari setelah aksi demonstrasi mahasiswa di Bundaran HI pada Rabu (28/10/2026). Kritik kian memuncak setelah beredar pengakuan salah satu peserta yang mengklaim menghadiri deklarasi tersebut mengenakan almamater perguruan tinggi, meski dirinya bukan mahasiswa dari kampus bersangkutan. Kondisi ini memicu tuduhan mengenai dugaan pengerahan massa bayaran untuk memodelkan dukungan mahasiswa.

Menanggapi gejolak publik, Polda Metro Jaya melalui Kabid Humas Kombes Pol. Budi Hermanto menyampaikan permintaan maaf terbuka dan menegaskan akan menjadikan seluruh kritik masyarakat sebagai bahan evaluasi internal.

"Kepolisian menerima kritik dan masukan masyarakat sebagai bahan evaluasi. Kehadiran Saudara Raffi Ahmad dan Willie Salim murni atas undangan dari pihak penyelenggara," ujar Budi Hermanto dalam keterangan resminya, Sabtu (31/10/2026).

Raffi Ahmad turut menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi melalui akun Instagram resminya. Niat baik hadir memenuhi undangan, diakuinya, perlu disertai dengan kehati-hatian dalam memahami seluruh konteks kegiatan.

"Saya mohon maaf dari hati saya atas kegaduhan yang timbul dari kehadiran saya. Saya sangat memahami bahwa niat baik tetap perlu disertai ketelitian pada setiap kegiatan yang akan dihadiri," tutur Raffi.

Hal serupa disampaikan Willie Salim yang menegaskan bahwa kehadirannya semata-mata untuk memenuhi undangan tanpa menerima imbalan finansial maupun terlibat dalam pengaturan peserta acara.

Dampak polemik tidak berhenti pada klarifikasi. Seruan boikot terhadap kegiatan yang terafiliasi dengan RANS Entertainment merembet pada gelaran RANS Carnival yang dijadwalkan berlangsung di area parkir Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

Empat penampil utama, yakni grup band Tipe-X, Guyon Waton, OM Wawes, dan solois Masdddho, secara resmi menyatakan mundur dari daftar penampil. Manajemen grup musik Guyon Waton mengonfirmasi bahwa pembatalan tersebut diputuskan demi pertimbangan kondusivitas, keamanan, dan kepekaan atas situasi masyarakat.

"Pertimbangan utama kami bukan terkait dengan materi acara, melainkan lebih kepada aspek kondusivitas, keamanan,kenyamanan masyarakat, serta potensi munculnya persepsi dan kesalahpahaman di tengah situasi publik yang sedang cukup sensitif," jelas manajemen Guyon Waton melalui keterangan tertulisnya.

Senada dengan hal itu, grup musik OM Wawes menyatakan tidak ingin mencederai perasaan masyarakat setempat,sementara solois Masdddho menilai penampilan panggung hendaknya berjalan selaras dengan kepekaan sosial.

Merespons gelombang pengunduran diri para pengisi acara, pihak penyelenggara RANS Carnival menyatakan memahami kekhawatiran publik dan berupaya melakukan penyesuaian konsep secara lebih sederhana agar acara tetap dapat memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta komunitas kreatif setempat.

Editor: Ifan Jafar Siddik

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut