Camat Diminta Bekerja Super Keras dan Kolaboratif Kawal Program Prioritas Presiden
JAKARTA, iNewsBogor.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta seluruh camat di Indonesia bekerja ekstra keras untuk memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto terlaksana hingga tingkat masyarakat. Camat di wilayah terdampak bencana juga diminta tetap mengawal program pemerintah di tengah proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil) Kemendagri, Safrizal ZA, menegaskan bahwa aparat kewilayahan harus memperkuat koordinasi, pendataan, serta identifikasi persoalan di lapangan agar pelaksanaan program prioritas Presiden berjalan optimal dan tepat sasaran.
"Kami berharap bukan saja ekstra keras, tapi super keras," kata Safrizal saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Camat dalam rangka Mendukung Program Prioritas Presiden di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Rapat koordinasi tersebut diikuti sekitar 378 camat secara langsung dan lebih dari 7.000 camat lainnya secara daring. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas camat dalam mendukung pelaksanaan program prioritas nasional.
Sejumlah program yang menjadi perhatian meliputi jaminan rumah, Makan Bergizi Gratis (MBG), pengendalian inflasi, ketahanan pangan, hingga pemberantasan penyakit tuberkulosis (TBC).
Menurut Safrizal, berbagai program tersebut membutuhkan dukungan aparat kewilayahan karena pelaksanaannya bersentuhan langsung dengan masyarakat. Camat memiliki posisi strategis untuk memastikan kebijakan pemerintah pusat dapat berjalan hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.
"Ini penting sekali untuk aparat kewilayahan di tingkat kecamatan dan desa mengerti betul mengenai program prioritas Presiden ini dan kemudian memberikan support, fasilitasi, koordinasi serta identifikasi agar pelaksanaan program prioritas Presiden ini bisa terlaksana dengan baik dan mencapai sasaran dan target yang ditentukan," ujarnya.
Dia menjelaskan, para camat perlu mendapatkan pembekalan teknis agar memahami bentuk dukungan yang harus diberikan dalam pelaksanaan program pemerintah.
Safrizal mencontohkan, dalam program pemberantasan TBC, camat diharapkan memperkuat koordinasi dengan petugas kesehatan yang bertugas di lapangan. Dukungan tersebut diperlukan untuk membantu pelacakan penderita TBC sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjalani pengobatan secara konsisten.
Menurutnya, keterlibatan aparat kewilayahan dapat memperkuat program teknis yang dijalankan kementerian dan lembaga.
"Jadi pendekatan aparatur kewilayahan ini tentu kita berharap bisa memperkuat program teknis yang diberikan oleh Kementerian dan Lembaga," katanya.
Kemendagri berharap keterlibatan aparat kewilayahan dapat mempercepat pelaksanaan program prioritas nasional, sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak bencana tetap mendapat perhatian selama masa pemulihan.
Melalui pembekalan teknis dan penguatan koordinasi, camat diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan serta membantu mencarikan solusi agar pelaksanaan program pemerintah tidak terhambat.
Editor: Suriya Mohamad Said