Beragam upaya telah dilakukan Dinas Pertanian untuk mendukung penerapan SRP. Di antaranya pelatihan budidaya padi ramah lingkungan, penggunaan pupuk berimbang, serta pembuatan pupuk dan pestisida organik secara mandiri.
Yang menarik, pengendalian hama di Boyolali kini dilakukan tanpa racun kimia. Dinas Pertanian menggunakan burung hantu sebagai musuh alami tikus, langkah inovatif yang sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.
“Selain itu, kami juga terus mendorong regenerasi petani dengan melibatkan petani milenial agar lebih aktif dan inovatif dalam menerapkan sistem pertanian berkelanjutan,” lanjut Gunawan.
Tak hanya fokus di lahan, Dinas Pertanian Boyolali juga melakukan revitalisasi penggilingan padi. Mesin penggilingan berbahan bakar diesel mulai diganti dengan tenaga listrik untuk menghemat energi dan mengurangi emisi karbon.
“Kita mulai alihkan penggunaan mesin diesel ke sumber energi listrik yang lebih ramah lingkungan,” pungkasnya.
Dengan berbagai terobosan ini, Boyolali kian siap menjadi contoh sukses penerapan pertanian berkelanjutan di Indonesia. Program SRP bukan hanya tentang hasil panen melimpah, tetapi juga tentang masa depan pertanian yang hijau, efisien, dan menguntungkan bagi petani.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
