Fenomena seperti ini kian sering terjadi di era digital. Di balik layar ponsel, seseorang bisa menjadi siapa saja yang ia mau — bahkan membangun kisah palsu untuk menarik simpati. Namun pada akhirnya, kebenaran selalu menemukan jalannya.
Kini, hubungan antara M dan N telah berakhir. Meski meninggalkan luka, M mengaku mengambil pelajaran besar dari pengalaman itu.
“Cinta tidak seharusnya dibangun dari kebohongan,” ujarnya singkat.
Sementara N, sosok tenaga medis yang dikenal berwibawa di lingkungannya, tetap melanjutkan hidup seperti biasa — seolah tak pernah ada cerita di balik layar yang begitu kelam.
Namun satu hal pasti: di balik senyum seorang tenaga penyembuh, tersimpan kisah manusia yang tak kalah rumit — tentang cinta, kebohongan, dan pencarian jati diri di era digital.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
