GAMKI Buka Konsultasi Nasional 2025, Tekankan Penguatan Perlindungan Anak di Era Digital

Ifan Jafar Siddik
Pembukaan Konsultasi Nasional & Fasilitator Perempuan GAMKI 2025 menghadirkan narasumber dari Polri, KPAI, akademisi, dan GAMKI untuk membahas urgensi perlindungan anak dan perempuan di ruang digital. Foto: iNewsBogor.id/ Istimewa

KPAI juga menegaskan akan memperluas edukasi hingga ke sekolah dan keluarga.

Aktivis perempuan dan akademisi UKI, Dr. Helen Diana Vida Simarmata, menyoroti berbagai bentuk kerentanan perempuan dan anak yang meningkat di ruang digital: mulai dari KBG online, penyebaran konten pribadi, grooming, cyberbullying, hingga perdagangan anak berbasis digital.

Ia menegaskan bahwa edukasi dan literasi privasi adalah tameng utama:

“Tidak ada platform yang benar-benar aman. Kesadaran diri dan literasi digital adalah perlindungan terbaik.”

Sekretaris Umum DPP GAMKI, Alan Christian Singkali menegaskan bahwa isu perempuan dan anak merupakan arus utama organisasi dari pusat hingga daerah.

“Teknologi tidak bisa ditolak, tetapi pendampingan orangtua harus diperkuat. Aktivitas non-digital bagi anak wajib diperluas agar mereka tidak sepenuhnya bergantung pada internet,” ujarnya.

Ia juga membuka peluang pembentukan posko penanganan KBG di berbagai daerah sebagai respon atas meningkatnya kasus di lapangan.

Sesi diskusi diwarnai beragam pertanyaan dari peserta terkait penanganan KBG, peran aparat, pembatasan penggunaan internet pada anak, hingga situasi ketika pelaku berasal dari lingkungan keluarga atau aparat.

Editor : Ifan Jafar Siddik

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network