BOGOR, iNewsBogor.id - Sedekah menjadi salah satu ajaran utama dalam Islam yang menempati posisi penting dalam kehidupan Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai sosok paling dermawan, bahkan ketika kondisi beliau sendiri berada dalam keterbatasan. Cara Rasulullah SAW bersedekah menjadi teladan lintas zaman bagi umat Islam hingga hari ini.
Dalam sebuah hadits shahih, Ibnu Abbas RA menggambarkan kedermawanan Rasulullah SAW:
“Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin bertambah di bulan Ramadhan.”
(HR. Bukhari No. 6 dan Muslim No. 2308)
Hadits tersebut menunjukkan bahwa sedekah bukan sekadar amalan musiman, melainkan karakter hidup Rasulullah SAW.
Sedekah Tidak Mengurangi Harta
Salah satu kekhawatiran yang kerap muncul di tengah masyarakat adalah rasa takut harta berkurang ketika bersedekah. Rasulullah SAW secara tegas membantah anggapan tersebut:
“Harta tidak akan berkurang karena sedekah.”
(HR. Muslim No. 2588)
Dalam perspektif Islam, sedekah justru menjadi pintu keberkahan. Harta yang dikeluarkan tidak hilang, tetapi diganti dengan ketenangan batin, kemudahan urusan, dan rezeki yang lebih luas.
Memberi Meski Sedikit
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa sedekah tidak harus menunggu banyak atau berlimpah. Bahkan, sedekah sekecil apa pun tetap bernilai di sisi Allah SWT.
“Lindungilah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan (bersedekah) sepotong kurma.”
(HR. Bukhari No. 1417 dan Muslim No. 1016)
Hadits ini menegaskan bahwa ukuran sedekah bukan pada jumlahnya, melainkan pada keikhlasan hati.
Sedekah Terbaik Dilakukan Saat Masih Membutuhkan
Dalam hadits lain, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa sedekah paling utama adalah yang dilakukan saat seseorang masih merasa berat untuk memberi:
“Sedekah yang paling utama adalah ketika engkau bersedekah dalam keadaan sehat, kikir, berharap kaya, dan takut miskin.”
(HR. Bukhari No. 1419 dan Muslim No. 1032)
Pesan hadits ini mengajarkan bahwa nilai sedekah terletak pada pengorbanan dan keimanan, bukan pada sisa kelebihan.
Setiap Kebaikan Adalah Sedekah
Sedekah dalam Islam tidak terbatas pada harta benda. Rasulullah SAW memperluas makna sedekah dalam kehidupan sehari-hari:
“Setiap perbuatan baik adalah sedekah.”
(HR. Bukhari No. 6021 dan Muslim No. 1005)
Senyum, membantu orang lain, memberi nasihat yang baik, hingga menyingkirkan gangguan di jalan termasuk bentuk sedekah yang dianjurkan.
Ikhlas dan Tidak Pamer
Keikhlasan menjadi prinsip utama sedekah ala Nabi Muhammad SAW. Dalam hadits tentang tujuh golongan yang mendapat naungan Allah SWT, Rasulullah SAW menyebutkan:
“…dan seseorang yang bersedekah lalu ia menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya.”
(HR. Bukhari No. 1423 dan Muslim No. 1031)
Hadits ini menekankan pentingnya menjaga niat dan menghindari riya dalam bersedekah.
Sedekah Menolak Bala
Selain bernilai sosial, sedekah juga memiliki dimensi spiritual. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya sedekah dapat memadamkan murka Allah.”
(HR. Tirmidzi No. 664, hasan)
Sedekah diyakini menjadi salah satu sebab perlindungan dari berbagai musibah dan kesulitan hidup.
Sedekah ala Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kisah masa lalu, tetapi pedoman hidup yang relevan hingga kini. Di tengah tantangan ekonomi dan kesenjangan sosial, ajaran memberi tanpa pamrih menjadi solusi untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial.
Dengan meneladani Rasulullah SAW, sedekah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai kebutuhan jiwa. Sebab, dalam setiap pemberian yang ikhlas, tersimpan keberkahan dan harapan akan ridha Allah SWT.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
