Banjir Bandang Tapanuli, Akademisi IPB Tegaskan Pentingnya Kajian Ilmiah

Ifan Jafar Siddik
Akademisi IPB memaparkan kajian ilmiah terkait dugaan peran korporasi dalam bencana banjir bandang dan longsor di DAS Aek Garoga–Tapanuli, Jumat (9/1/2026), di Kampus IPB Baranang Siang, Kota Bogor. Foto: iNewsBogor.id/ Ifan Jafar Sidik

Ia menilai kelapa sawit hingga kini masih menjadi pilihan rasional bagi lahan terdegradasi, terutama dari sisi ekonomi masyarakat. Namun, pengelolaannya tetap perlu dikombinasikan dengan prinsip keberlanjutan, misalnya melalui sistem agroforestri.

Menariknya, para akademisi juga menyampaikan aspirasi kepala desa dan tokoh masyarakat di sekitar DAS Aek Garoga. Mereka menilai tudingan terhadap PT TBS sebagai penyebab banjir bandang dan longsor patut dikaji ulang agar tidak menimbulkan kesimpulan keliru.

Diskusi ini pun diharapkan menjadi rujukan awal bagi pengambil kebijakan agar tidak semata-mata bertumpu pada opini publik, melainkan pada kajian akademik yang komprehensif.

Di tengah bisingnya tudingan, akademisi memilih bicara lewat data. Karena dalam urusan lingkungan, kebenaran tak bisa ditebak—ia harus diteliti.

Editor : Ifan Jafar Siddik

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network