CIBINONG, iNewsBogor.id — Ketua Umum NGO Kabupaten Bogor Bersatu (KBB), Rizwan Riswanto, melontarkan kritik keras terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Ia menyoroti kontras antara orasi pimpinan daerah soal keamanan dan kemakmuran dengan realitas kas daerah yang dikabarkan kosong hingga berdampak pada keterlambatan pembayaran proyek.
Menurut Rizwan, seruan ketertiban yang kerap digaungkan kepala daerah justru kehilangan relevansi ketika kewajiban dasar pemerintah kepada mitra kerja dan masyarakat terhambat.
“Pidato boleh merdeka, yel-yel boleh Pancasila tiga kali, tapi kontraktor yang menunggu pembayaran itu tidak bisa hidup dari slogan,” ujar Rizwan dalam keterangannya, Sabtu (10/1/2026).
Kritik ini mencuat setelah beredarnya video Bupati Bogor, Rudi Susmanto, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor. Dalam video tersebut, Rudi mengajak para kader untuk menjaga keamanan serta mewujudkan Bogor yang “aman, adil, dan makmur”.
Namun, menurut Rizwan, narasi heroik di atas panggung tidak sejalan dengan kondisi birokrasi yang tengah menghadapi persoalan finansial. Ia menilai pemerintah daerah seolah sedang “ingkar janji” akibat keterlambatan pembayaran proyek yang telah jatuh tempo.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
