BOGOR, iNewsBogor.id - Perang terbuka antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel memicu kekhawatiran krisis pasokan energi global. Ketegangan di kawasan Timur Tengah dikhawatirkan berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi dunia, termasuk Indonesia.
Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel tersebut meningkatkan risiko terganggunya distribusi minyak dunia, terutama jika terjadi eskalasi di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi global.
Sekitar 20 persen lebih pasokan minyak dunia melintasi Selat Hormuz. Gangguan atau penutupan jalur ini berpotensi mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia secara signifikan.
Analis ekonomi energi menilai eskalasi konflik dapat mendorong harga minyak Brent naik tajam dari kisaran 70–76 dolar AS per barel menuju level psikologis 100 dolar AS per barel jika perang meluas.
“Indonesia memang tidak mengimpor minyak langsung dari Iran, namun harga minyak bersifat global. Jika terjadi gangguan di Selat Hormuz, kita tetap terdampak melalui kenaikan harga internasional,” ujar seorang pengamat ekonomi energi, Minggu (1/3/2026).
Editor : Furqon Munawar
Artikel Terkait
