Ketidakpastian geopolitik biasanya memicu capital outflow dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Dampaknya antara lain:
- Pelemahan nilai tukar rupiah
- Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
- Kenaikan biaya logistik dan transportasi
- Tekanan terhadap sektor manufaktur
Biaya energi yang meningkat juga berpotensi menghambat pertumbuhan sektor riil dan menekan daya beli masyarakat.
Simulasi sejumlah lembaga ekonomi menunjukkan konflik berkepanjangan di Timur Tengah berpotensi menurunkan pertumbuhan ekonomi Indonesia akibat meningkatnya biaya impor dan terganggunya stabilitas pasar keuangan global.
Meski demikian, Indonesia dinilai masih memiliki bantalan ekonomi berupa cadangan devisa, kebijakan stabilisasi moneter, serta program substitusi energi seperti biodiesel.
Editor : Furqon Munawar
Artikel Terkait
