Dugaan Suap Impor dan Cukai di DJBC, Pengamat Nilai Ada Indikasi 'Kebocoran Sistemik'

Furqon Munawar
Diskusi Nasional di Universitas Pakuan, Bogor, menghadirkan para pengamat dan praktisi hukum dengan tema utama "Menguji Keberanian KPK Membongkar Mafia Bea Cukai: dari OTT Menuju Pembersihan Sistemik dan Penyelamatan PNBP Negara. (Foto : iNewsBogor.id/FM)

BOGOR, iNewsBogor.id – Kasus dugaan suap impor dan permainan cukai di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang tengah disidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menjadi sorotan.

Kasus ini mengemuka menjadi pokok bahasan dalam acara Diskusi Nasional yang membahas isu korupsi di lingkungan Bea Cukai, digelar di Fakultas Hukum Universitas Pakuan, Bogor, Kamis (16/4/2026).  

Mengusung tema utama "Menguji Keberanian KPK Membongkar Mafia Bea Cukai: dari OTT Menuju Pembersihan  Sistemik dan Penyelamatan PNBP Negara",  dengan menghadirkan sejumlah narasumber yang juga pengamat dari berbagai lembaga.

Hadir antara lain, Prof. Taufiqurrokhman, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UMJ, Gautama Wiranegara: Spesialis Kontra Intelijen, Dr. Dinalara D Butar Butar, Dosen Fakultas Hukum Universitas Pakuan, Dr. Eka Ardianto Iskandar, S.H., M.H.: Dekan Fakultas Hukum Universitas Pakuan (Keynote Speaker). serta Iskandar Sitorus dari Indonesia Audit Watch (IAW), bertindak selaku moderator.

Para pakar menyoroti dugaan adanya "figur kunci" atau jaringan lama di balik praktik korupsi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang perlu diusut tuntas oleh KPK.

Editor : Furqon Munawar

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4 5

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network