Sejumlah pengamat menilai perkara ini tidak sekadar pelanggaran individu, melainkan mengarah pada indikasi persoalan sistemik di tubuh institusi tersebut.
Spesialis kontra intelijen negara, Gautama Wiranegara, menyebut pola yang terungkap dalam kasus ini menunjukkan adanya jaringan yang bekerja secara terstruktur.
“Kalau dilihat dari pola yang muncul, ini bukan sekadar kasus suap biasa. Ada indikasi sistem yang sudah terbentuk lama dan mampu ‘menarik’ individu yang masuk ke dalamnya,” papar Gautama di arena diskusi.
Menurutnya, fenomena ini dalam perspektif analisis disebut sebagai indikasi jaringan korupsi multi-aktor, di mana tidak ada pelaku tunggal, melainkan keterlibatan lintas jabatan dan sektor.
Salah satu hal yang menjadi perhatian publik adalah adanya pejabat yang baru menjabat dalam hitungan hari namun langsung terseret dalam kasus dugaan suap.
Editor : Furqon Munawar
Artikel Terkait
