BOGOR, iNewsBogor.id - Bulan Ramadan menjadi momentum ibadah sekaligus ujian menjaga kebugaran tubuh. Perubahan pola makan, jam tidur, hingga aktivitas harian menuntut adaptasi fisik dan mental. Agar ibadah tetap optimal tanpa mengabaikan kesehatan, diperlukan keseimbangan antara anjuran medis dan tuntunan agama.
Pentingnya Asupan Gizi Seimbang Saat Puasa
Secara medis, puasa mengubah pola metabolisme tubuh. Selama sekitar 12–14 jam tanpa asupan makanan dan minuman, tubuh menggunakan cadangan energi dari glikogen dan lemak.
Menurut panduan kesehatan dari World Health Organization (WHO), prinsip gizi seimbang tetap harus dijaga saat berpuasa, terutama melalui:
Sahur dengan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum agar energi bertahan lebih lama.
Protein cukup dari telur, ikan, ayam, atau kacang-kacangan untuk menjaga massa otot.
Cukup cairan minimal 6–8 gelas antara berbuka hingga sahur untuk mencegah dehidrasi.
Batasi gula berlebih saat berbuka agar tidak terjadi lonjakan gula darah drastis.
Dokter umum biasanya menyarankan pola “3 waktu makan Ramadan”: berbuka ringan, makan utama setelah salat Magrib atau Isya, dan sahur mendekati waktu imsak untuk menjaga stabilitas energi.
Mengatur Pola Tidur dan Aktivitas
Kurang tidur sering menjadi penyebab tubuh lemas saat puasa. Idealnya, orang dewasa tetap mendapatkan 6–8 jam tidur per hari, yang bisa dibagi antara malam dan tidur singkat (power nap) 20–30 menit di siang hari.
Olahraga ringan seperti jalan kaki atau stretching tetap dianjurkan, terutama menjelang berbuka. Aktivitas fisik membantu menjaga kebugaran jantung dan metabolisme, selama tidak berlebihan.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
