Ia menjelaskan, dengan ketinggian tersebut, debit air yang mengalir menuju wilayah hilir Sungai Ciliwung, termasuk Jakarta, diperkirakan mencapai sekitar 161 ribu liter per detik. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko banjir di wilayah bantaran sungai, khususnya di Ibu Kota.
Petugas pun mengimbau warga yang bermukim di sepanjang bantaran hilir Sungai Ciliwung untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan memantau perkembangan informasi debit air.
“Kami mengingatkan masyarakat di wilayah hilir agar selalu waspada terhadap potensi dampak kenaikan debit air, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi,” kata Alwan.
Hingga berita ini diturunkan, hujan masih mengguyur wilayah Bogor dan sekitarnya. Petugas Bendung Katulampa terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi hulu Sungai Ciliwung guna mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air secara tiba-tiba.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
