Persiapan Batin Menyambut Bulan Ampunan
Para ulama menegaskan bahwa menyambut Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga perjalanan hati. Rasulullah mengajarkan doa agar dipertemukan dengan Ramadan serta memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur’an, dan memperbaiki hubungan sosial.
Momentum ini menjadi waktu refleksi bagi umat Islam untuk menata niat, memperbanyak taubat, serta menumbuhkan kepedulian kepada sesama. Dengan meneladani perjalanan spiritual para nabi, Ramadan dipahami sebagai puncak latihan keimanan yang telah diwariskan sejak generasi kenabian terdahulu.
Melalui kisah-kisah tersebut, tampak bahwa datangnya Ramadan selalu didahului oleh proses persiapan ruhani yang mendalam. Tradisi ini terus hidup hingga kini, mengingatkan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, melainkan perjalanan kembali menuju ketakwaan.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
