Film ini menghadirkan deretan aktor ternama seperti:
- Abimana Aryasatya
- Bront Palarae
- Lukman Sardi
- Rio Dewanto
- Tora Sudiro
Selain itu, film ini juga memperkenalkan wajah baru, Magistus Miftah.
Produser Tia Hasibuan menyebut capaian distribusi global ini sebagai bukti kualitas produksi yang diakui dunia.
“Tayang di 86 negara menunjukkan bahwa film ini memiliki kualitas yang mampu bersaing secara internasional,” ujarnya.
Sinopsis: Teror Gaib di Balik Jeruji Penjara
Ghost in the Cell mengambil latar di sebuah lembaga pemasyarakatan fiktif bernama Labuhan Angsana. Para narapidana hidup dalam tekanan sistem yang sarat penyalahgunaan kekuasaan dan kekerasan.
Situasi berubah drastis ketika seorang tahanan baru datang, diikuti serangkaian kematian misterius yang mengerikan.
Terungkap bahwa sosok gaib memburu para penghuni penjara yang memiliki aura negatif. Dalam kondisi penuh ketakutan, para napi berusaha berubah menjadi “baik” demi bertahan hidup.
Namun, di tengah sistem yang korup dan tidak adil, upaya tersebut justru menjadi tantangan tersendiri.
Pada akhirnya, mereka dihadapkan pada pilihan sulit: bersatu melawan penindasan atau menghadapi ancaman tak kasat mata yang terus mengintai.
Dengan kombinasi genre horor, komedi, dan kritik sosial, Ghost in the Cell menjadi salah satu film Indonesia yang berhasil menembus pasar global sebelum rilis domestik.
Distribusinya mencakup berbagai kawasan seperti Asia Tenggara, Amerika Utara, Eropa, Amerika Latin, hingga Afrika—termasuk negara besar seperti Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Brasil, India, dan Australia.
Capaian ini sekaligus menegaskan bahwa film Indonesia semakin mampu bersaing di panggung internasional dengan mengangkat isu yang relevan secara universal.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
