Sejak Minggu (19/4/2026) pagi, warga bersama aparat gabungan bergerak melakukan penanganan darurat. Proses pembersihan lumpur, pembukaan akses jalan, hingga evakuasi ternak terus dilakukan secara gotong royong.
Alat berat dikerahkan untuk membuka jalur yang tertutup longsor, terutama di wilayah dengan akses vital antar kampung. Meski terbatas, upaya ini menjadi langkah awal untuk memulihkan aktivitas masyarakat.
Sejumlah pihak juga mulai turun langsung ke lokasi, termasuk anggota DPRD Kabupaten Bogor, Siti Aisyah, yang menyerap aspirasi warga terdampak.
“Kami turun langsung untuk melihat kondisi warga dan memastikan aspirasi mereka bisa segera ditindaklanjuti. Penanganan harus cepat, terutama untuk infrastruktur dan kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Siti Aisyah.
Di tengah kondisi pascabencana, warga Cigudeg menunjukkan ketangguhan. Aktivitas sehari-hari perlahan mulai kembali berjalan meski dalam keterbatasan.
Anak-anak tetap beraktivitas di sekitar lingkungan rumah dan sekolah yang masih dipenuhi lumpur. Para orang tua membersihkan sisa material banjir, memperbaiki rumah, serta menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan.
Seorang warga Desa Bangunjaya, Rahmat (45), mengaku banjir kali ini datang sangat cepat.
“Air naik tiba-tiba, kami tidak sempat menyelamatkan banyak barang. Sekarang yang penting bisa bersih-bersih dulu dan memperbaiki rumah seadanya,” ujarnya.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
