Di balik keberhasilannya menjadi salah satu lulusan terbaik IPB University, Aulia menyadari bahwa pencapaian tersebut tidak diraih seorang diri.
Ia mengaku sangat bersyukur dipertemukan dengan dosen, kakak tingkat, serta teman-teman yang memberikan dukungan selama menjalani kehidupan akademik di IPB University.
“Dipertemukan dengan dosen, kakak tingkat, serta rekan-rekan yang baik dan tulus merupakan hal yang paling saya syukuri. Mereka membuat perjalanan ini terasa lebih hangat dan mengajarkan bahwa sejauh apa pun saya melangkah, pencapaian tidak pernah benar-benar berjalan sendirian,” ujarnya.
Perjalanan Aulia dari sebuah warung kecil di Bondowoso hingga menjadi salah satu lulusan terbaik IPB University menjadi gambaran bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti bermimpi.
Dengan kesempatan mendapatkan pendidikan, kerja keras, kemampuan beradaptasi, serta dukungan dari lingkungan sekitar, Aulia berhasil mengubah keterbatasan menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju keberhasilan.
Editor : Furqon Munawar
Artikel Terkait
