Salah satu fokus BIA 2026 adalah hilirisasi inovasi. Pemerintah Kota Bogor menargetkan sedikitnya 10 inovasi dapat menjadi pilot project di perangkat daerah dan berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Inovasi Daerah Kota Bogor.
Untuk memastikan inovasi yang masuk memiliki kualitas dan manfaat, proses seleksi dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari seleksi substansi, validasi lapangan, hingga presentasi dan wawancara.
Dengan mekanisme tersebut, inovasi tidak hanya dinilai dari sisi kreativitas, tetapi juga kebermanfaatan, kelayakan implementasi, serta peluang untuk diterapkan secara lebih luas.
“Kami berharap inovasi yang muncul benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dapat dikembangkan menjadi solusi nyata bagi Kota Bogor,” kata Anne.
BIA 2026 juga memberikan ruang bagi kreativitas generasi muda melalui Kompetisi Bakat. Lima kategori yang diperlombakan meliputi fotografi bertema “Bogor Berinovasi”, menyanyi solo, tari tradisional, tari modern, dan cosplay.
Sebanyak 122 peserta dari sekolah, sanggar, dan komunitas se-Kota Bogor mengikuti proses seleksi untuk tampil di babak final.
Anne mengatakan inovasi tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga kreativitas dan budaya.
“Kota yang maju bukan hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga kaya budaya dan kreatif. Kompetisi ini menjadi panggung bagi anak-anak muda Bogor untuk menunjukkan bakatnya,” ujarnya.
Selama festival berlangsung, masyarakat juga dapat menikmati pameran inovasi, workshop, talkshow bersama praktisi, serta berbagai penampilan hiburan.
Penyelenggara menargetkan 2.500-3.000 pengunjung selama dua hari pelaksanaan.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
