BOGOR, iNewsBogor.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (14/9/2026) di wilayah Kabupaten Bogor.
Kali ini, operasi senyap tersebut menyasar Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor. Adanya OTT tersebut dibenarkan Ketua KPK, Setyo Budiyanto."Benar, masih proses awal pemeriksaan awal," kata Setyo saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis, Senin (14/9/2026) malam.
Kendati begitu, Setyo belum menyebutkan berapa jumlah pihak yang terjaring. Dia hanya menyebut, pihak yang terjaring dari Kantor Pertanahan (Kantah). "Kantah dan beberapa pihak lain," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka yang terjaring dalam opera tangkap tangan.
Sementara itu berdasarkan informasi dari narasumber di Kabupaten Bogor yang enggan disebutkan namanya, menjelaskan OTT berawal dilakukan di kediaman Kepala ATR/BPN Kabupaten Bogor di kawasan Pulo Mas Jakarta, petugas KPK menemukan uang sebesar Rp 5,1 M di brankas. Lalu dikembangkan di Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor di Jalan Tegar Beriman, Cibinong.
"KPK menemukan uang di brankas 5,1M dugaan kuat terkait kasus lahan bermasalah di Kabupaten Bogor, konon dikuasai petinggi," ujar narasumber dimaksud.
Menurut narasumber iNews, OTT yang dilakukan KPK di kediaman S pejabat BPN Kabupaten Bogor di Pulo Mas, Jakarta Timur diduga terkait perpanjangan SHGB yang sudah berakhir dan tidak bisa diperpanjang karena tersangkut kasus BLBI. Tapi yang bersangkutan dengan sengaja mengurus perpanjangan nya.
"Ada lahan di Cijeruk Kabupaten Bogor yang SHGB sudah berakhir dan berdasarkan aturan tidak bisa diperpanjang karena jadi jaminan kasus megakorupsi BLBI, tapi Sontamg dorong lewat petinggi agar diatensi untuk diperpanjang," ujar narasumber.
Dari informasi yang dihimpun, selain barang bukti uang senilai Rp5,1M, KPK juga mengamankan sejumlah pejabat di lingkungan ATR/BPN Kabupaten Bogor dan pihak pihak lain yang terlibat. Dalam rangakaian operasi senyap tersebut, tim KPK menangkap 17 orang.
"Di mana dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah 17 orang," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo kepada wartawan.
Mereka yang terjaring dalam operasi senyap ini di antaranya, Direktur Jenderal (Dirjen) Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR), Lampri; Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bogor I, Sontang Coin Manurung; dan Kepala Kantah Tangerang Kota, Tardi.
Budi juga mengonfirmasi salah satu yang terjaring ialah politisi Golkar Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq dan mantan Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto.
"Adapun peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan proses pengurusan HGB, Hak Guna Bangunan, di wilayah Kabupaten Bogor dan juga terkait dengan adanya dugaan penerimaan-penerimaan lainnya," ujarnya.
Sementara dari internal Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor l, selain Sontang Coin Manurung, terdapat nama nama antara lain, Rani, Zimam dan Wilson.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah pihak di internal Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor memilih bungkam saat dihubungi.
Editor : Furqon Munawar
Artikel Terkait
