Ketua APDESI Kecamatan Parung Panjang Acep Humaidi mengatakan, peringatan Maulid Nabi yang dirangkaikan dengan Mahalul Qiyam tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan antarunsur masyarakat.
Menurut Acep, perbedaan pandangan dan latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun kerja sama dalam menjaga lingkungan.
“Di tempat inilah kami berharap semua, kepala desa, aparat penegak hukum, camat, Danramil, para guru, kiai dan tokoh masyarakat dapat bersatu padu untuk memperkecil angka tindak pidana,” ujarnya.
Ia menilai pencegahan persoalan sosial tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat. Keluarga dan lingkungan juga memiliki peran penting dalam memberikan pembinaan kepada generasi muda.
Karena itu, Acep mendorong para orang tua dan tokoh masyarakat untuk terus menyampaikan edukasi mengenai bahaya narkoba, penggunaan gawai secara bijak serta pentingnya menjaga perilaku dan akhlak.
“Kewenangan kami terbatas, maka yang paling utama adalah mencerdaskan para orang tua. Selalu sampaikan imbauan di setiap kesempatan, baik saat pengajian, zikir maupun acara keagamaan,” katanya.
Kecamatan Parung Panjang sendiri terdiri dari 11 desa. Sinergi antara pemerintah desa, aparat keamanan, tokoh agama dan masyarakat dinilai diperlukan untuk menghadapi berbagai persoalan sosial sekaligus menjaga kondisi wilayah tetap kondusif.
Peringatan Maulid Nabi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang memperkuat komunikasi dan kepedulian antarwarga dalam menjaga lingkungan.
Melalui keterlibatan bersama, upaya menjaga keamanan dan membina generasi muda diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan di tingkat keluarga maupun masyarakat.
Editor : Ifan Jafar Siddik
Artikel Terkait
