Unpar Buka Kampus di Bogor, Siapkan 2 Prodi untuk Kebutuhan Industri dan Pembangunan

Andi Firmansyah
Rektor Unpar Prof. Tri Basuki Joewono bersama Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim saat peresmian kampus Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) di Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor. (Foto: iNewsBogor.id).

Dua Program Studi, Perkuliahan Ditargetkan Mulai 2027

Di kampus Bogor, Unpar membuka program studi Arsitektur dan Smart Green Industrial Systems melalui skema Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU). Kedua program tersebut sebelumnya telah tersedia di kampus utama Unpar di kawasan Ciumbuleuit, Bandung.

Tri menjelaskan, kedua program studi itu dipilih dengan mempertimbangkan kebutuhan pengembangan wilayah dan tantangan industri ke depan. Arsitektur berkaitan dengan perencanaan ruang dan pembangunan kawasan, sedangkan Smart Green Industrial Systems berfokus pada teknologi industri dengan memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

Ia menyebut kedua program studi tersebut telah memiliki akreditasi unggul dan akreditasi internasional.

“Unpar memiliki program studi yang siap memberikan pelayanan pendidikan tinggi dalam dua bidang, yaitu arsitektur dan teknik industri. Kami melihat dua bidang ini dibutuhkan untuk mempercepat pengembangan potensi yang ada di Kota Bogor,” katanya.

Setelah peluncuran kampus, Unpar mulai memperkenalkan kedua program studi kepada masyarakat dan calon mahasiswa. Untuk angkatan pertama, universitas memperkirakan jumlah mahasiswa sekitar 30 hingga 40 orang pada masing-masing program studi.

Jumlah penerimaan mahasiswa akan dikembangkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan penyelenggaraan pendidikan dan kebutuhan mahasiswa.

Selain menghadirkan pilihan pendidikan tinggi, Unpar membuka peluang kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bogor untuk mendukung pengembangan potensi daerah.

Tri mengatakan, pemilihan Bogor juga memiliki keterkaitan dengan sejarah pendirian Unpar. Salah satu pendiri universitas tersebut merupakan Uskup Bogor. Kehadiran kampus di kota ini, menurut dia, menjadi upaya untuk mendekatkan kembali Unpar dengan akar sejarahnya.

Ia mengungkapkan telah berdiskusi dengan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengenai peluang keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan kota.

“Kami ingin hadir ke akarnya, yaitu di Bogor. Kami sudah berdiskusi dengan Pak Wali Kota untuk melihat bagaimana Unpar bisa terlibat mengembangkan apa yang sudah dimiliki Kota Bogor menjadi lebih besar,” ujarnya.

Peluang kerja sama juga terbuka di sektor pendidikan. Tri menyebut Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unpar memiliki tujuh program studi yang berpotensi menjadi bagian dari pengembangan kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun perguruan tinggi lain di Kota Bogor.

Editor : Ifan Jafar Siddik

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network