Sedekah Ala Nabi Muhammad SAW, Memberi Tanpa Menunggu Kaya
Memberi Meski Sedikit
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa sedekah tidak harus menunggu banyak atau berlimpah. Bahkan, sedekah sekecil apa pun tetap bernilai di sisi Allah SWT.
“Lindungilah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan (bersedekah) sepotong kurma.”
(HR. Bukhari No. 1417 dan Muslim No. 1016)
Hadits ini menegaskan bahwa ukuran sedekah bukan pada jumlahnya, melainkan pada keikhlasan hati.
Sedekah Terbaik Dilakukan Saat Masih Membutuhkan
Dalam hadits lain, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa sedekah paling utama adalah yang dilakukan saat seseorang masih merasa berat untuk memberi:
“Sedekah yang paling utama adalah ketika engkau bersedekah dalam keadaan sehat, kikir, berharap kaya, dan takut miskin.”
(HR. Bukhari No. 1419 dan Muslim No. 1032)
Pesan hadits ini mengajarkan bahwa nilai sedekah terletak pada pengorbanan dan keimanan, bukan pada sisa kelebihan.
Setiap Kebaikan Adalah Sedekah
Sedekah dalam Islam tidak terbatas pada harta benda. Rasulullah SAW memperluas makna sedekah dalam kehidupan sehari-hari:
“Setiap perbuatan baik adalah sedekah.”
(HR. Bukhari No. 6021 dan Muslim No. 1005)
Senyum, membantu orang lain, memberi nasihat yang baik, hingga menyingkirkan gangguan di jalan termasuk bentuk sedekah yang dianjurkan.
Editor : Ifan Jafar Siddik