get app
inews
Aa Text
Read Next : 3 Ponsel Pasien Digondol Maling, Polsek Cibinong Periksa Sekuriti RS Sentra Medika dan Sita CCTV

Peluncuran Biosolar B40 Performance Tuai Sorotan Terkait Tata Kelola Aditif

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:17 WIB
header img
Biosolar B40 Performance Pertamina Patra Niaga disorot Sentinel terkait transparansi aditif. Foto: Ilustrasi/ Sindonews

JAKARTA, iNewsBogor.id – PT Pertamina Patra Niaga resmi meluncurkan Biosolar B40 Performance, produk bahan bakar biodiesel dengan campuran 40 persen (B40) yang ditujukan khusus untuk memenuhi kebutuhan sektor industri. Produk ini diklaim memiliki performa tinggi dan ramah lingkungan karena dilengkapi paket aditif khusus untuk mendukung kinerja mesin diesel beroperasi berat.

Namun, peluncuran produk tersebut menuai sorotan dari Sentinel Studi Hukum dan Masyarakat (Sentinel). Lembaga ini mendorong adanya klarifikasi terbuka terkait proses produksi serta mekanisme pengadaan aditif yang digunakan dalam Biosolar B40 Performance.

Sentinel menyampaikan dugaan adanya indikasi penyimpangan dalam pengadaan zat aditif yang dipasok oleh Afton Chemical. Dugaan tersebut berfokus pada proses penunjukan penyedia aditif yang dinilai tidak melalui mekanisme tender sebagaimana mestinya.

“Kami menemukan indikasi kuat bahwa penambahan aditif dilakukan melalui penunjukan langsung tanpa proses tender yang transparan. Praktik ini berpotensi menimbulkan konflik kepentingan,” ujar Direktur Policy Advocacy Sentinel, Ronald Jefferson, dalam keterangan persnya.

Sentinel juga mengingatkan pernyataan mantan Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang pernah mengungkap adanya persoalan dalam pengadaan aditif saat memberikan kesaksian di persidangan. Dalam pernyataan tersebut, Ahok menyinggung praktik pengadaan dengan mengganti nama perusahaan meskipun produk yang digunakan sama, serta perbedaan harga yang menyebabkan biaya menjadi lebih mahal.

Menurut Sentinel, fakta-fakta tersebut menunjukkan bahwa persoalan aditif bukan semata isu teknis, melainkan menyangkut tata kelola pengadaan. Oleh karena itu, dugaan penunjukan langsung penyedia aditif dan praktik pencampuran aditif secara manual pada produk Solar B40 Performance dinilai sebagai pola berulang yang perlu diaudit secara menyeluruh.

“Jika konsumen industri membayar harga premium atas klaim ‘Performance’, namun ternyata produknya hanya solar yang dicampur aditif secara manual, maka hal ini berpotensi menyesatkan publik dan merugikan konsumen,” tegas Sentinel.

Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa peluncuran Biosolar B40 Performance merupakan jawaban atas tantangan teknis yang kerap dihadapi sektor industri, seperti kandungan air, potensi penyumbatan filter, serta penurunan performa mesin akibat sifat fatty acid methyl ester (FAME) yang higroskopis.

“Produk ini kami desain khusus untuk B40 dan telah dilengkapi paket aditif untuk membantu mengatasi isu teknis yang sering dialami konsumen industri,” kata VP Business Development and Subsidiary Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan, dalam konferensi pers yang dikutip dari Antara, Selasa (23/12/2025).

Sigit menambahkan, sebelum dipasarkan, Biosolar B40 Performance telah melalui serangkaian uji laboratorium dan uji lapangan guna memastikan manfaat produk dapat dirasakan secara optimal serta mendukung efisiensi operasional konsumen.

Saat ini, Biosolar B40 Performance dipasarkan melalui skema business-to-business (B2B) dan diperuntukkan bagi konsumen industri.

Sentinel berharap Pertamina Patra Niaga dapat memberikan klarifikasi terbuka kepada publik terkait proses produksi dan pengadaan aditif guna menjaga kepercayaan masyarakat serta memastikan tata kelola energi nasional berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Editor : Ifan Jafar Siddik

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut