Sembunyi di Sentul, 13 WNA Jepang Sindikat Penipuan Online Diringkus Imigrasi Bogor
BOGOR, iNewsBogor.id - Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor berhasil membongkar praktik penjahat siber lintas negara dengan menangkap 13 warga negara asing (WNA) asal Jepang pada Senin malam.
Operasi ini bermula dari kecurigaan tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) terhadap aktivitas tidak lazim di sebuah kawasan hunian di Sentul, Bogor.
Setelah melalui pengawasan intensif, petugas melakukan penggerebekan di tiga rumah berbeda dan menemukan belasan pria berkebangsaan Jepang yang diduga kuat merupakan bagian dari sindikat penipuan daring.
Kepala Kantor Imigrasi Bogor, Ritus Ramadhana, menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan secara terukur sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kedaulatan hukum dan keamanan wilayah dari penyalahgunaan izin tinggal.
Dalam pemeriksaan awal, petugas menemukan satu orang yang tidak mampu menunjukkan paspor asli. Hasil pendalaman lebih lanjut mengungkap bahwa sindikat ini menjalankan aksi cyber crime dengan sasaran korban yang berada di negara asal mereka, yakni warga negara Jepang.
Di lokasi kejadian, petugas menyita berbagai barang bukti yang memperkuat dugaan tindak pidana tersebut, mulai dari puluhan unit telepon genggam, perangkat komputer, hingga alat penguat dan pengacak sinyal.
Temuan yang paling mencolok adalah adanya atribut menyerupai seragam serta tanda pengenal kepolisian Jepang yang diduga digunakan untuk mengelabui para korban melalui skema penipuan daring.
Plt Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, menegaskan bahwa pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan kepolisian dan perwakilan negara Jepang untuk mendalami adanya unsur tindak pidana yang lebih luas.
Saat ini, ke-13 WNA tersebut telah dibawa ke Kantor Imigrasi Bogor untuk menjalani pemeriksaan intensif atau BAP. Fokus penyidikan akan diarahkan pada pelanggaran Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian serta pendalaman atas dugaan praktik penipuan lintas negara yang mereka jalankan.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta