Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pendiri TSI Raih Golden Medal INOVETION Award 2026, Dedikasi Puluhan Tahun untuk Konservasi Satwa
Advertisement . Scroll to see content

Tiga Anak Harimau Benggala Lahir di Taman Safari Prigen, Perkuat Upaya Konservasi Satwa di Indonesia

Rabu, 29 April 2026 | 22:06 WIB
  • author Ifan Jafar Sidik
Tiga Anak Harimau Benggala Lahir di Taman Safari Prigen, Perkuat Upaya Konservasi Satwa di Indonesia
Tiga anak harimau Benggala yang lahir di Taman Safari Prigen pada Maret 2026 dalam kondisi sehat dan berada di bawah pengawasan tim konservasi. Foto: iNewsBogor.id/ Taman Safari

PRIGEN, iNewsBogor.id - Kabar menggembirakan datang dari Taman Safari Indonesia II Prigen. Lembaga konservasi tersebut mencatat kelahiran tiga anak harimau Benggala (Panthera tigris tigris) pada awal Maret 2026 sebagai bagian dari keberhasilan program pelestarian satwa liar.

Dua anak harimau Benggala berwarna oranye lahir pada 1 Maret 2026 dengan komposisi satu jantan dan satu betina. Selang dua hari kemudian, tepatnya 3 Maret 2026, seekor anak harimau Benggala putih juga lahir dari pasangan indukan bernama Anja dan Rinjani.

Manajemen Taman Safari Prigen menyampaikan bahwa seluruh indukan dan anak harimau dalam kondisi sehat. Saat ini, ketiganya berada dalam pengawasan intensif tim medis dan perawat satwa guna memastikan pertumbuhan yang optimal.

Kelahiran harimau Benggala putih dinilai memiliki arti penting dalam aspek konservasi. Warna putih pada harimau Benggala merupakan hasil dari gen resesif langka yang secara alami dapat muncul dalam populasi.

Kehadiran variasi genetik ini menunjukkan pentingnya pengelolaan reproduksi yang terencana untuk menjaga keberlanjutan spesies.

Selain menjadi daya tarik edukasi, keberhasilan reproduksi ini juga mencerminkan pentingnya keanekaragaman hayati dalam menjaga keseimbangan populasi satwa. Variasi genetik berperan dalam meningkatkan daya adaptasi terhadap perubahan lingkungan, menjaga kesehatan populasi, serta meminimalkan risiko kelainan genetik akibat perkawinan sedarah.

Pihak pengelola menegaskan bahwa konservasi berbasis keberagaman genetik menjadi salah satu fokus utama dalam upaya pelestarian satwa, baik di tingkat nasional maupun global.

Keberhasilan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap program konservasi ex-situ harimau Benggala, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian satwa liar beserta habitatnya.

Editor: Ifan Jafar Siddik

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut