get app
inews
Aa Text
Read Next : Sinergi UIKA Bogor dan Dunia Industri Dorong Inovasi Minyak Kenari Halal Berkelanjutan

Mahasiswa IPB University Sulap Limbah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aroma Mewah

Selasa, 05 Mei 2026 | 14:10 WIB
header img
Lilin Aromaterapi mewah terbuat dari limbah minyak jelantah karya mahasiswa IPB University. (Foto : Istimewa)

BOGOR, iNewsBogor.id – Siapa sangka minyak jelantah yang biasanya bikin saluran mampet, kini bisa naik kelas jadi produk estetik bernilai tinggi? Yup, tim mahasiswa IPB University berhasil menyulap limbah dapur ini jadi lilin aromaterapi premium bernama TEMU.

Berawal dari keresahan melihat kebiasaan buang minyak bekas sembarangan di lingkungan kampus, tim Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) 2026 ini langsung tancap gas bikin solusi yang nggak cuma ramah lingkungan, tapi juga stylish.

Diketuai oleh Zahratun Nissa, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Manajemen, inovasi ini mengusung konsep circular economy alias mengubah limbah jadi sesuatu yang punya nilai jual tinggi.


Profil para mahasiswa IPB University, sang inovator pembuat produk lilin mewah dari bahan baku limbah minyak jelantah. (Foto : Istimewa)

 

“Bukan sekadar lilin biasa, TEMU punya konsep tematik. Setiap aroma punya ‘mood’ tersendiri yang bisa bikin rileks,” jelas Zahratun.

Prosesnya juga nggak asal-asalan. Minyak jelantah dimurnikan dulu pakai arang aktif untuk menghilangkan kotoran dan bau tak sedap. Hasil akhirnya? Lilin aromaterapi yang nggak cuma wangi, tapi juga punya tampilan premium—cocok banget buat anak muda yang doyan produk aesthetic.

Tapi jalan mereka nggak selalu mulus. Tantangan terbesar justru datang dari stigma.

“Tantangan terbesar kami adalah menghapus anggapan kalau limbah itu pasti kotor. Makanya kami bangun storytelling dan desain yang kuat supaya produk ini terasa eksklusif,” lanjutnya.

Menariknya, meski berbasis limbah, TEMU justru sukses menarik perhatian generasi muda. Desain modern dan konsep eco-friendly bikin produk ini relate banget dengan gaya hidup sekarang yang makin peduli lingkungan.

Program PMW 2026 sendiri jadi booster penting, mulai dari pendanaan awal sampai pendampingan bisnis. Dari sini, tim bisa mulai scale up produksi mereka.

“Kami ingin mulai dari hal kecil, seperti mengurangi limbah di kantin kampus, sekaligus ngajak anak muda lebih sadar soal gaya hidup bertanggung jawab,” tambah Zahratun.

Ke depan, TEMU nggak mau berhenti di sini. Mereka berencana mengembangkan produk lain berbasis limbah dan memperkuat sistem produksi.

Inovasi ini jadi bukti kalau di tangan kreatif mahasiswa, sesuatu yang dianggap “sampah” bisa berubah jadi produk bernilai tinggi—bahkan tampil mewah. Keren banget, kan?

Editor : Furqon Munawar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut