Breaking News: Kapolri Tunjuk Irjen Pipit Rismanto Jadi Kapolda Jabar
JAKARTA, iNewsBogor.id — Rotasi besar-besaran kembali dilakukan di tubuh Kepolisian Republik Indonesia. Kapolri Listyo Sigit Prabowo resmi menunjuk Pipit Rismanto sebagai Kapolda Jawa Barat menggantikan Rudi Setiawan.
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Rahasia (STR) Nomor ST/960/KEP./2026 yang ditandatangani Asisten SDM Kapolri, Anwar, pada 7 Mei 2026.
Penunjukan Irjen Pipit Rismanto menjadi sorotan lantaran jenderal bintang dua itu dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse dan penanganan tindak pidana khusus.
Sebelum dipercaya memimpin Kepolisian Daerah Jawa Barat, Pipit menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Barat sejak 2023.
Sementara itu, Irjen Rudi Setiawan yang sebelumnya menduduki posisi Kapolda Jawa Barat kini dimutasi menjadi Perwira Tinggi Bareskrim Polri.
Kadiv Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, mengatakan mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari penyegaran organisasi sekaligus pembinaan karier personel Polri.
“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang alamiah dalam organisasi Polri. Ini menjadi bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis,” ujar Johnny, Jumat (8/5/2026).
Karier Irjen Pipit Rismanto dikenal cukup kuat di bidang reserse. Lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994 itu lama berkecimpung di satuan penegakan hukum, khususnya tindak pidana tertentu.
Selain pengalaman operasional, Pipit juga memiliki latar akademik yang cukup menonjol. Pada 2025, ia berhasil meraih gelar doktor dari Universitas Atma Jaya.
Selama bertugas di institusi Bhayangkara, Pipit pernah menduduki sejumlah posisi strategis di tingkat daerah maupun Mabes Polri.
Berikut riwayat jabatan Irjen Pipit Rismanto:
Penunjukan Pipit Rismanto sebagai Kapolda Jawa Barat dinilai menjadi bagian penting dari strategi Polri menghadapi tantangan keamanan dan penegakan hukum di salah satu wilayah paling padat di Indonesia.
Jawa Barat sendiri menjadi daerah dengan dinamika sosial, politik, hingga kriminalitas yang cukup kompleks sehingga membutuhkan figur pimpinan dengan pengalaman kuat di bidang investigasi dan penanganan perkara.
Editor : Ifan Jafar Siddik