get app
inews
Aa Text
Read Next : Peringati World Digestive Day 2026, Siloam Hospitals Bogor Edukasi Masyarakat tentang Bahaya GERD

Durian Sering Dituding Pemicu Kolesterol Tinggi, Guru Besar IPB University Ungkap Fakta Sebenarnya

Rabu, 03 Juni 2026 | 20:27 WIB
header img
Durian kerap menjadi buah yang dipersalahkan sebagai pemicu meningkatnya kadar kolesterol dalam tubuh. Foto: Dok

BOGOR, iNewsBogor.id – Durian kerap menjadi buah yang dipersalahkan sebagai pemicu meningkatnya kadar kolesterol dalam tubuh.

Namun, Guru Besar dan pakar gizi dari Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Ali Khomsan, menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Prof Ali menjelaskan bahwa durian justru merupakan buah yang kaya akan berbagai zat gizi penting, mulai dari karbohidrat, serat, vitamin C, kalium, gula alami hingga lemak tak jenuh yang umumnya ditemukan pada pangan nabati.

Menurutnya, pada individu yang sehat, konsumsi durian tidak serta-merta menyebabkan kolesterol tinggi.

"Kalau Anda memiliki kolesterol tinggi, makan durian tetap harus berhati-hati. Tapi kalau kita ini orang sehat, maka durian itu tidak ujug-ujug akan memicu timbulnya kolesterol," ujar Prof Ali.

Ia menjelaskan bahwa kolesterol tinggi umumnya disebabkan oleh pola makan yang tidak seimbang dan berlangsung dalam jangka waktu lama. Kondisi tersebut membuat tubuh menjadi lebih sensitif terhadap berbagai jenis makanan dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

"Kalau Anda orang sehat, menikmati durian itu nikmati saja. Tetapi ketika dokter sudah mengatakan Anda kolesterolnya tinggi, maka makan durian itu tetap harus diwaspadai dengan jumlah yang secukupnya," tambahnya.

Selain isu kolesterol, sebagian masyarakat juga sering mengeluhkan pusing atau sakit kepala setelah mengonsumsi durian.

Menurut Prof Ali, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kolesterol, melainkan karena kandungan gula, kalium, serat, dan lemak dalam durian yang dapat memengaruhi kondisi tubuh pada sebagian orang.

Durian juga termasuk buah yang bersifat hipertermik atau menghasilkan sensasi panas pada tubuh setelah dikonsumsi.

Terkait jumlah konsumsi yang aman, Prof Ali menyarankan masyarakat untuk mengonsumsi durian secara bijak dan tidak berlebihan.

"Untuk mendapatkan manfaatnya tanpa menimbulkan risiko kesehatan, konsumsi durian cukup sekitar 100 gram daging buah per hari," jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa durian merupakan salah satu sumber vitamin C yang cukup baik dan sering kali terlupakan oleh masyarakat.

"Kita selama ini mengenal buah sumber vitamin C itu hanya jeruk saja, tetapi sebenarnya buah di sekitar kita seperti jambu biji, pepaya, jeruk, dan durian termasuk buah-buahan yang kaya vitamin C dan memiliki banyak manfaat kesehatan," katanya.

Prof Ali menegaskan bahwa selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing, durian tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.

Masyarakat yang memiliki riwayat kolesterol tinggi atau gangguan kesehatan tertentu disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terkait batas konsumsi yang aman.

Dengan pemahaman yang tepat, stigma bahwa durian selalu menjadi penyebab kolesterol tinggi dapat diluruskan berdasarkan fakta ilmiah dan kajian gizi yang benar.

Editor : Furqon Munawar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut