SMPN 1 Kota Bogor Terapkan Ujian Anti Nyontek, Alarm Berbunyi Jika Siswa Curang
BOGOR, iNewsBogor.id – SMP Negeri 1 (SMPN) Kota Bogor menjadi salah satu sekolah yang mulai menerapkan sistem ujian berbasis teknologi dengan fitur anti nyontek. Inovasi ini diterapkan dalam pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) 2026 melalui aplikasi Examonlan, yang dikembangkan oleh tim Tepilayar.
Melalui teknologi penguncian perangkat (exam browser), aplikasi tersebut dirancang untuk meminimalkan praktik kecurangan selama ujian berlangsung sekaligus menanamkan nilai kejujuran kepada peserta didik.
Kepala SMPN 1 Kota Bogor, Dani Mohamad Kusnadi, mengatakan penerapan sistem ini merupakan langkah baru yang lahir dari inisiatif para guru di sekolah tersebut.
"Sebetulnya ide ini muncul dari para guru. Setelah dilakukan simulasi selama satu minggu dan hasilnya cukup baik, kami memberanikan diri untuk langsung menerapkannya dalam pelaksanaan ASAT tahun ini," ujar Dani.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah memberikan banyak kemudahan dalam dunia pendidikan. Namun di sisi lain, kemajuan teknologi juga memunculkan tantangan baru, salah satunya meningkatnya potensi kecurangan dalam ujian berbasis daring.
Dani menilai penggunaan teknologi harus diimbangi dengan pembentukan karakter yang kuat, terutama nilai kejujuran sebagai fondasi utama pendidikan.
"Aplikasi ini menjadi jawaban atas kekhawatiran guru dan siswa yang sudah belajar sungguh-sungguh tetapi kalah oleh mereka yang melakukan kecurangan. Jika kebiasaan menyontek dibiarkan, siswa akan kehilangan daya juang dan motivasi untuk belajar," katanya.
Salah satu penggagas penggunaan aplikasi Examonlan sekaligus guru SMPN 1 Kota Bogor, Rizal Dalil, menjelaskan bahwa sistem tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas pelaksanaan ujian, tetapi juga membentuk karakter peserta didik.
Menurutnya, kebiasaan menyontek yang tidak ditangani sejak dini berpotensi membentuk karakter tidak jujur yang dapat berdampak buruk di masa depan.
"Examonlan menjadi solusi bagi sekolah dalam mengantisipasi kecurangan saat ujian sekaligus menanamkan nilai integritas kepada peserta didik. Tidak hanya meningkatkan prestasi belajar, tetapi juga membangun karakter yang jujur dan bertanggung jawab," ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, siswa mengerjakan soal menggunakan aplikasi Examonlan yang dapat diakses melalui perangkat Android maupun iPhone.
Sementara bagi siswa yang mengalami kendala perangkat atau jaringan internet, sekolah menyediakan fasilitas komputer desktop di ruang Computer Based Test (CBT).
Menariknya, sistem keamanan aplikasi akan mendeteksi aktivitas yang dianggap melanggar aturan ujian. Jika siswa mencoba melakukan tindakan yang mengarah pada kecurangan, alarm akan berbunyi secara otomatis sebagai bentuk peringatan.
Fitur tersebut diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus membangun kesadaran peserta didik untuk mengerjakan ujian secara jujur.
Penerapan sistem ujian anti nyontek ini mendapat respons positif dari siswa, guru, maupun orang tua murid. Selain mendukung digitalisasi pendidikan, penggunaan teknologi tersebut dinilai mampu menjaga integritas akademik dan menciptakan proses evaluasi yang lebih adil.
SMPN 1 Kota Bogor berharap inovasi ini dapat menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan masa depan.
"Kami berharap SMPN 1 Kota Bogor dapat menjadi bagian dari upaya mencetak generasi yang berprestasi, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan tetap menjunjung tinggi nilai kejujuran," pungkas Rizal.
Editor : Ifan Jafar Siddik