Lonjakan Kekayaan Wabup Bogor Jadi Sorotan, Warganet Kaitkan dengan Hal Ini
Jaro Ade bahkan menyebut nilai kekayaannya saat ini justru lebih rendah dibandingkan sebelum menjabat sebagai Wakil Bupati Bogor. Ia mengaku tidak mempermasalahkan apabila publik mempertanyakan jumlah kekayaan yang dilaporkannya. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui latar belakang kepemilikan harta seorang pejabat publik.
Selain menyoroti lonjakan harta, dalam berbagai komentar di media sosial, sejumlah netizen juga mengaitkan Jaro Ade dengan bisnis tambang. Maklum, hal ini lantaran kepemilikan Jaro Ade terhadap dua unit ekskavator.
Dalam LHKPN tahun 2025, Jaro Ade tercatat memiliki ekskavator Doosan Crawler DX 200A senilai Rp920 juta dan ekskavator Hidrolik Sunward SWE60E senilai Rp320 juta. Beberapa netizen mengaitkan kepemilikan dua unit alat berat tersebut dengan bisnis tambang.
Apalagi, Jaro Ade sempat berada dalam posisi berseberangan dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM mengenai kebijakan penutupan dan penataan ulang galian tambang di wilayah Kabupaten Bogor. Saat itu, Jaro Ade berpendapat bahwa material tambang di wilayah Bogor Barat masih sangat dibutuhkan untuk berbagai Proyek Strategis Nasional. Penghentian aktivitas tambang berpotensi memicu kenaikan harga material sehingga berdampak terhadap pelaksanaan proyek.
"Tidak ada alat berat saya untuk tambang. Itu khusus untuk kegiatansosial terutama recovery bencana alam. Jadi boleh siapa aja pinjam untuk kepentingan umum," kata dia kepada iNews.id, Selasa (23/6/2026).
Terkait penutupan tambang, Jaro Ade juga menegaskan bahwa pemerintah daerah satu suara melakukan penutupan sementara aktivitas tambang dalam rangka dilakukan penataan. Pemerintah sepakat menunggu realisasi infrastruktur seperti jalan khusus tambang agar mobilitas warga tidak terganggu.
Jaro Ade juga sempat terseret dan dituding membekingi salah satu perusahaan tambang di wilayah Cijeruk dan Cigombong. Namun, Jaro Ade telah membantah tuduhan tersebut dan memastikan tidak akan mengambil keputusan sepihak yang merugikan rakyat. "Saya kerja sesuai aturan tegak lurus," tandasnya.
Editor : Suriya Mohamad Said