Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : KEHATI Sebut Peran Penting Masyarakat Adat Jaga Kedaulatan Pangan dan Ekologi
Advertisement . Scroll to see content

Asbenindo Kukuhkan Pengurus 2026-2031, Siap Perkuat Industri Perbenihan Demi Kemandirian Pangan Nasi

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:12 WIB
  • author Furqon Munawar
Asbenindo Kukuhkan Pengurus 2026-2031, Siap Perkuat Industri Perbenihan Demi Kemandirian Pangan Nasi
Dewan Pembina yang juga anggota DPR RI, Herman Khaeron saat didaulat berbicara di depan forum Asbenindo di Bogor. (Foto : iNews Bogor.id/Furqon)

BOGOR, iNewsBogor.id – Asosiasi Perbenihan Indonesia (Asbenindo) resmi mengukuhkan Dewan Pengurus periode 2026-2031 sekaligus menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 di IPB International Convention Center (IICC), Kota Bogor, Rabu (1/7/2026).

Mengusung tema "Sinergi Benih, Daulat Negeri", agenda tersebut menjadi momentum konsolidasi pelaku industri benih, akademisi, pemerintah, hingga petani dalam memperkuat sistem perbenihan nasional sebagai fondasi menuju kemandirian pangan Indonesia.

Ketua Umum Asbenindo  periode 2026-2031, Ayub Darmanto, mengatakan kedaulatan pangan tidak dapat dipisahkan dari kemandirian benih sebagai sektor hulu pertanian.

"Kedaulatan pangan tidak dapat dilepaskan dari kedaulatan benih. Asbenindo periode 2026-2031 berkomitmen penuh memperkuat kolaborasi multipihak agar Indonesia memiliki sistem perbenihan yang mandiri dan berdaya saing tinggi," ujar Ayub.


Ketua Asbenindo Periode 2026-2031, Ayub Darmanto. (Foto : iNews Bogor.id/Furqon)

 

Ayub didampingi Sekretaris Jenderal Dadang Syamsul Munir memimpin organisasi dengan misi memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga riset, industri benih, hingga petani sebagai pengguna utama benih unggul.

Struktur kepengurusan juga diperkuat oleh berbagai unsur nasional, mulai dari pelaku industri, akademisi, praktisi, hingga pakar pertanian. Dewan Pembina turut diisi sejumlah tokoh nasional, di antaranya Wakil Menteri Pertanian, Kepala BRIN, Ketua IPB University, anggota DPR RI, hingga Guru Besar Fakultas Pertanian IPB.

Dalam Rakernas tersebut, Asbenindo menetapkan empat pilar program kerja utama sebagai strategi memperkuat sektor hulu pertanian.

Pilar pertama menitikberatkan pada komunikasi dan kolaborasi strategis dengan pemerintah, termasuk advokasi penyesuaian harga benih, percepatan sertifikasi benih mandiri, hingga sinkronisasi data kebutuhan benih nasional.

Pilar kedua berfokus pada peningkatan kapasitas anggota melalui pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) varietas tanaman, pengembangan platform digital industri, serta penyelenggaraan Festival Benih Indonesia.

Selanjutnya, pilar ketiga diarahkan untuk memperluas konektivitas global melalui kerja sama riset internasional, adopsi teknologi pertanian modern, edukasi digital bagi petani, hingga pembangunan lahan percontohan (demfarm) di berbagai daerah.

Adapun pilar keempat menitikberatkan pada penguatan pendanaan organisasi melalui optimalisasi iuran anggota, pengembangan layanan digital, pelatihan profesi, serta kemitraan strategis dengan berbagai pihak.

Sebagai simbol komitmen bersama, prosesi pengukuhan juga ditandai dengan seremoni Bejana Sinergi Benih, yang melambangkan tekad seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga ketersediaan benih unggul sebagai fondasi pembangunan pertanian nasional.

Menurut Ayub, modernisasi pertanian tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh sinergi seluruh pihak dalam memastikan petani memperoleh benih unggul, edukasi budidaya, harga yang wajar, serta kepastian pasar.

"Melalui implementasi empat pilar program kerja ini, Asbenindo siap memastikan setiap kebijakan pemerintah dapat diterjemahkan industri menjadi benih berkualitas yang siap ditanam secara luas demi mewujudkan kemandirian pangan Indonesia," katanya.

Menanggapi pertanyaan media terkait fokus  Asbenindo dalam lima tahun ke depan. Ayub akan fokus membangun ekosistem pembenihan lebih modern.

"Fokus kami membangun ekosistem perbenihan yang lebih modern, efisien, dan mampu memenuhi kebutuhan benih nasional secara mandiri sehingga Indonesia semakin kuat mewujudkan kedaulatan pangan," tegasnya.

Ketua Asbenindo pun menegaskan, perubahan iklim, distribusi logistik, regulasi yang perlu terus disempurnakan, serta perlunya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar petani memperoleh benih berkualitas tepat waktu.

Editor: Furqon Munawar

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut