get app
inews
Aa Text
Read Next : Kejagung Tolak Justice Collaborator Sony Sonjaya, Eks Wakil Kepala BGN di Kasus Korupsi MBG

Lokataru Beberkan Anatomi Korupsi Eks Jampidsus: Dari Modus Batu Bara hingga Safe House Emas

Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:45 WIB
header img
Diskusi umum bertajuk, "Dari Korupsi Batu Bara PLTU Hingga Pencucian Uang: Membedah Anatomi Korupsi dan TPPU dalam Skandal Eks Jampidsus Kejagung. Foto: ist

JAKARTA, iNewsBogor.id - Skandal korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Ardiansyah  dinilai sebagai potret nyata kejahatan struktural yang merambat dari hulu ekstraksi sumber daya alam hingga bermuara pada krisis penegakan hukum di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Hasnu Ibrahim, Peneliti Politik Hukum Pembangunan dan Hak Asasi Manusia, dalam diskusi umum bertajuk, "Dari Korupsi Batu Bara PLTU Hingga Pencucian Uang: Membedah Anatomi Korupsi dan TPPU dalam Skandal Eks Jampidsus Kejagung" yang diselenggarakan oleh Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (KOMAPK) Indonesia di Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026).

Hasnu yang juga merupakan Manajer Penelitian dan Pengetahuan Lokataru Foundation mengungkapkan bahwa kasus ini hanyalah "puncak gunung es" dari praktik grand corruption yang melibatkan lingkaran utama penegakan hukum.

Kerugian Rp 5 Triliun dan "Gudang Emas" di Safe House

Dalam paparannya, Hasnu membeberkan skala fantastis dari skandal ini. Penyidik menemukan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 476 miliar dan emas batangan seberat 74 kg yang disita dari 12 lokasi, termasuk sebuah safe house di Sentul.

”Namun, kita tidak boleh terkecoh dengan 74 kg emas dan uang miliaran rupiah tersebut. Karena kita bisa belajar dari beberapa skandal besar di Indonesia di mana pola dasar korupsi besar di Indonesia masih banyak harta-harta haram yang perlu diungkap oleh aparat penegak hukum, jadi tak cukup jika berhenti disitu,” pungkas Hasnu.

Lebih jauh lagi, kata Hasnu, indikasi kerugian perekonomian negara ditaksir mencapai Rp 5 triliun akibat manipulasi pasokan batu bara untuk PLTU sepanjang periode 2018-2026. Kejahatan ini berdampak langsung pada publik dengan memicu pemadaman listrik (blackout) secara masif di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut