Gempa M7,7 Guncang NTT, 38 Orang Meninggal Dunia dan 2.000 Warga Mengungsi
Peringatan dini tsunami yang dikeluarkan BMKG sempat diikuti terdeteksinya perubahan muka laut di sejumlah lokasi.
BMKG kemudian mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.31.30 WIB, setelah hasil observasi menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan.
Meski peringatan dini tsunami telah berakhir, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan.
Aktivitas kegempaan masih terjadi setelah gempa utama. BMKG mencatat sedikitnya 235 kali gempa susulan hingga pukul 14.00 WIB.
Gempa susulan tersebut memiliki magnitudo antara M2,5 hingga M6,2 dan tersebar di wilayah utara Pulau Flores.
Sejumlah gempa susulan sebelumnya tercatat berkekuatan M6,2, M5,5 dan M5,6. Berdasarkan informasi BMKG, gempa-gempa susulan tersebut tidak berpotensi tsunami.
Data korban terus berubah seiring proses pencarian dan pendataan oleh petugas di lapangan.
Pada pemutakhiran BNPB pukul 12.30 WIB, sebanyak 14 orang dilaporkan meninggal dunia. Rinciannya, tiga korban berada di Kabupaten Sikka, enam korban di Kabupaten Manggarai dan lima korban di Kabupaten Manggarai Timur.
Beberapa jam kemudian, BNPB kembali memperbarui data dan menyatakan jumlah korban meninggal dunia mencapai 38 orang hingga pukul 15.00 WIB. Data terbaru tersebut masih dapat berubah seiring proses evakuasi dan verifikasi di lapangan.
Editor : Ifan Jafar Siddik