get app
inews
Aa Text
Read Next : Gempa M7,7 Guncang NTT, 38 Orang Meninggal Dunia dan 2.000 Warga Mengungsi

PMI Siapkan Operasi Besar Tangani Gempa NTT, Kerahkan Tim Kesehatan hingga Layanan Air Bersih

Selasa, 18 Agustus 2026 | 13:43 WIB
header img
PMI mengerahkan personel, ambulans, obat-obatan, serta fasilitas kesehatan darurat untuk mendukung penanganan warga selama masa tanggap darurat. (Foto: iNewsBogor.id).

JAKARTA, iNewsBogor.id — Palang Merah Indonesia (PMI) menyiapkan operasi kemanusiaan berskala besar untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penanganan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga, mulai dari layanan kesehatan, logistik, pengungsian hingga penyediaan air bersih.

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengatakan, respons kemanusiaan telah dilakukan sejak awal bencana dengan mengirimkan bantuan berupa tenda darurat, makanan dan layanan kesehatan.

Kini, PMI memperkuat penanganan melalui tim Water, Sanitation and Hygiene (WASH) untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak.

“Sejak awal bantuan sudah kita jalankan ke daerah, baik berupa tenda-tenda, makanan, dan kesehatan. Sekarang kita memikirkan tim WASH untuk air dan perbaikan air,” ujar Jusuf Kalla seusai memimpin rapat penanganan Gempa NTT di Markas Pusat PMI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026).

Tim Kesehatan Dikirim dari Sejumlah Daerah

PMI juga menyiapkan penguatan layanan medis dengan mengirimkan tambahan obat-obatan dan tenaga kesehatan dari sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, Solo dan Surabaya.

“Tim kesehatan dari Jakarta, Solo, dan Surabaya akan menuju ke daerah tersebut. Sehingga operasi lengkap yang cukup besar akan dijalankan di NTT untuk menolong masyarakat yang terkena musibah,” kata JK.

Menurutnya, operasi kemanusiaan PMI diperkirakan berlangsung selama dua hingga tiga bulan, terutama selama masa tanggap darurat.

Setelah memasuki fase rekonstruksi, PMI akan tetap memberikan dukungan sesuai kapasitas dan kebutuhan di lapangan, sementara pembangunan kembali fasilitas yang rusak menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Operasi kita ada kira-kira dua sampai tiga bulan. PMI selalu beroperasi pada zaman darurat. Setelah rekonstruksi, biasanya pemerintah yang melakukan rekonstruksi, walaupun kita juga akan membantu proses yang dapat dilaksanakan,” jelasnya.

Editor : Ifan Jafar Siddik

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut