Kisah Sumiati, Penyandang Disabilitas yang Merasakan Kemerdekaan di Dalam Istana
Suasana meriah terlihat di berbagai sudut Istana Kepresidenan Bogor. Anak-anak menikmati area bermain yang disediakan, sementara masyarakat lainnya mencicipi beragam hidangan kuliner.
Di depan gedung utama, berbagai perlombaan digelar. Hiburan dan pembagian doorprize juga memeriahkan acara di halaman samping Istana.
Masyarakat pun bebas berkeliling dan menikmati suasana kawasan Istana Bogor yang selama ini hanya dapat mereka lihat dari luar.
Menurut Dedie, masyarakat yang hadir merupakan perwakilan dari 68 kelurahan di Kota Bogor yang diundang untuk mengikuti Jamuan Rakyat.
“Bogor merasa sangat bersyukur atas jamuan rakyat dari Presiden Prabowo Subianto. Kepala Istana Kepresidenan Bogor bekerja sama dengan Pemkot Bogor dan Forkopimda mengundang perwakilan dari 68 kelurahan di Kota Bogor,” kata Dedie.
Ia berharap momentum tersebut dapat menjadi tradisi yang memperkuat kedekatan antara pemerintah dan masyarakat.
“Mudah-mudahan ini menjadi sebuah tradisi di mana antara masyarakat dan pemerintah itu tidak ada jarak. Sehingga masyarakat bukan hanya melihat dari sisi luar pagar saja, tapi bisa melihat langsung sebuah aset yang dimiliki bangsa kita yang sangat indah berada di tengah Kota Bogor,” ujarnya.
Bagi Sumiati, kesempatan masuk ke Istana Bogor bukan sekadar menghadiri jamuan. Momen tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus simbol bahwa kemerdekaan dan kesempatan menikmati ruang publik harus dapat dirasakan oleh semua warga, tanpa terkecuali.
Editor: Ifan Jafar Siddik