Edukasi Panas Bumi Digelar di Cianjur, IGGC dan IDE Dorong Masyarakat Kenali Fakta Geothermal
Pakar geothermal sekaligus Advisory Board Master Program ITB, Ir. Ali Ashat, mengatakan Indonesia memiliki potensi panas bumi yang besar dan menjadi salah satu sumber daya energi strategis.
Ia menyebut pemerintah memiliki rencana penambahan kapasitas pembangkit panas bumi hingga 5.000 megawatt pada 2034.
“Potensi panas bumi kita adalah yang terbesar di dunia berdasarkan data terverifikasi. Saat ini pemerintah berencana menambah kapasitas hingga 5.000 MW pada 2034. Cianjur menjadi salah satu daerah kunci untuk mencapai target energi bersih tersebut,” ujar Ali.
Menurutnya, kegiatan edukasi publik menjadi penting agar masyarakat memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan di tengah beragam informasi mengenai geothermal.
“Acara seperti ini penting untuk mengkalibrasi informasi yang benar di tengah maraknya simpang siur informasi,” katanya.
Rektor UNPI Cianjur, Dodi Faraitody, menilai pengembangan panas bumi tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan teknis dan administratif.
Menurutnya, transparansi, penegakan hukum, mitigasi risiko, serta keterlibatan masyarakat harus berjalan bersamaan.
“Kuncinya ada pada penegakan hukum dan partisipasi publik secara utuh. Pendekatan kepada warga Cianjur harus dilakukan secara persuasif dan komprehensif agar masyarakat memahami manfaatnya secara menyeluruh, bukan sekadar formalitas administrasi,” ujar Dodi.
Pandangan serupa disampaikan aktivis muda sekaligus Ketua Umum PB HMI periode 2013–2015, M. Arief Rosyid Hasan.
Ia menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong transisi energi Indonesia.
“Mustahil kita melihat masa depan Indonesia yang baik dengan cara lama. Mustahil kita menjadi bangsa maju jika masih bertahan dengan energi fosil,” tutur Arief.
Ia menilai kolaborasi pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan kelompok pemuda atau pendekatan pentahelix menjadi salah satu kunci untuk memastikan transisi energi dapat berjalan dengan baik.
Arief juga mengajak masyarakat Cianjur melihat potensi panas bumi tidak hanya dari sisi energi, tetapi juga peluang ekonomi, lapangan pekerjaan, dan pengembangan daerah.
Editor : Ifan Jafar Siddik