Edukasi Panas Bumi Digelar di Cianjur, IGGC dan IDE Dorong Masyarakat Kenali Fakta Geothermal
Diskusi Geothermal Fun Day juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pertanyaan dan kekhawatirannya.
Salah seorang warga Cianjur, Aldi, mengaku sebelumnya sempat memiliki kekhawatiran terhadap pengembangan geothermal karena informasi yang beredar di lingkungan masyarakat.
“Di sekitaran rumah saya memang masih banyak penolakan karena isu-isu simpang siur yang berkembang di masyarakat. Jujur, saya pribadi awalnya sempat ada rasa menolak,” ungkap Aldi.
Namun, setelah membaca sejumlah literatur dan mengikuti diskusi, ia mengaku mendapatkan pemahaman yang lebih luas mengenai potensi serta manfaat panas bumi.
“Setelah membaca berbagai literatur dan hadir di acara ini, pemahaman saya jadi terbuka tentang banyaknya manfaat geothermal,” katanya.
Aldi berharap sosialisasi mengenai panas bumi dilakukan secara lebih masif dan langsung menyentuh masyarakat di sekitar wilayah pengembangan.
“Kami berharap para pemangku kepentingan bisa lebih masif dan turun langsung menjelaskan fakta geothermal kepada warga agar tidak ada lagi rasa was-was,” ujarnya.
Selain edukasi mengenai energi, Geothermal Fun Day juga diisi dengan kegiatan sosial.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan berupa peralatan olahraga dan unit laptop kepada dua lembaga pendidikan di Cianjur, yakni MA Persis No. 4 Cianjur dan MA Ulul Abshar Cilaku Cianjur.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar-mengajar sekaligus aktivitas positif para siswa.
Kegiatan Geothermal Fun Day menjadi salah satu upaya membuka ruang dialog antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, pemuda, dan masyarakat mengenai masa depan energi panas bumi.
Di tengah besarnya potensi geothermal Indonesia, keterbukaan informasi dan partisipasi masyarakat menjadi faktor penting agar pengembangan energi bersih tidak hanya menghasilkan listrik, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat di daerah.
Editor : Ifan Jafar Siddik