Bogor Innovation Award 2026 Jaring 373 Inovasi, Dorong Ide Kreatif Jadi Solusi Kota
BOGOR, iNewsBogor.id – Pemerintah Kota Bogor melalui BAPPERIDA Kota Bogor kembali menggelar Bogor Innovation Award (BIA) 2026. Mengusung tema “Spark Your Idea: Innovation and Collaboration Empowering The Future”, ajang ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menghadirkan gagasan dan solusi inovatif bagi pembangunan Kota Bogor.
Festival Inovasi Bogor Innovation Award 2026 berlangsung pada 8-9 September 2026. Kegiatan tersebut dibuka oleh Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim.
BIA 2026 tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi diarahkan untuk mendorong inovasi agar dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pada penyelenggaraan tahun ini, tercatat 373 inovasi mendaftar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 230 inovasi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 184 inovasi terjaring dari berbagai kategori peserta. Inovasi yang dikembangkan mencakup bidang teknologi, pelayanan publik, lingkungan, ekonomi kreatif, sosial, pendidikan, kesehatan, transportasi hingga pangan.
Kepala BAPPERIDA Kota Bogor, Anne Dewiana Rilianti, mengatakan festival tersebut dirancang agar inovasi yang lahir di masyarakat tidak berhenti sebagai gagasan atau prototipe.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Bogor tidak kekurangan ide. Lewat pameran ini, kami berharap lahir kolaborasi nyata. Inovasi yang tadinya hanya prototype bisa diadopsi OPD dan direplikasi untuk melayani masyarakat,” ujar Anne.
Salah satu fokus BIA 2026 adalah hilirisasi inovasi. Pemerintah Kota Bogor menargetkan sedikitnya 10 inovasi dapat menjadi pilot project di perangkat daerah dan berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Inovasi Daerah Kota Bogor.
Untuk memastikan inovasi yang masuk memiliki kualitas dan manfaat, proses seleksi dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari seleksi substansi, validasi lapangan, hingga presentasi dan wawancara.
Dengan mekanisme tersebut, inovasi tidak hanya dinilai dari sisi kreativitas, tetapi juga kebermanfaatan, kelayakan implementasi, serta peluang untuk diterapkan secara lebih luas.
“Kami berharap inovasi yang muncul benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dapat dikembangkan menjadi solusi nyata bagi Kota Bogor,” kata Anne.
BIA 2026 juga memberikan ruang bagi kreativitas generasi muda melalui Kompetisi Bakat. Lima kategori yang diperlombakan meliputi fotografi bertema “Bogor Berinovasi”, menyanyi solo, tari tradisional, tari modern, dan cosplay.
Sebanyak 122 peserta dari sekolah, sanggar, dan komunitas se-Kota Bogor mengikuti proses seleksi untuk tampil di babak final.
Anne mengatakan inovasi tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga kreativitas dan budaya.
“Kota yang maju bukan hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga kaya budaya dan kreatif. Kompetisi ini menjadi panggung bagi anak-anak muda Bogor untuk menunjukkan bakatnya,” ujarnya.
Selama festival berlangsung, masyarakat juga dapat menikmati pameran inovasi, workshop, talkshow bersama praktisi, serta berbagai penampilan hiburan.
Penyelenggara menargetkan 2.500-3.000 pengunjung selama dua hari pelaksanaan.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengajak masyarakat untuk datang dan melihat berbagai karya inovatif yang ditampilkan dalam festival tersebut.
“Dari festival ini kita bangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan untuk empowering the future,” ujar Dedie.
BAPPERIDA berharap BIA 2026 tidak hanya menghasilkan pemenang kompetisi, tetapi juga menjadi pintu masuk pembinaan, inkubasi, kolaborasi, hingga hilirisasi inovasi.
Dalam jangka pendek, kegiatan ini ditargetkan meningkatkan apresiasi dan partisipasi masyarakat serta memperluas jejaring antaraktor inovasi. Sementara dalam jangka menengah, inovasi terpilih diharapkan dapat diterapkan, direplikasi, atau diintegrasikan ke dalam program pembangunan dan pelayanan publik.
Adapun dalam jangka panjang, BIA diharapkan turut meningkatkan daya saing Kota Bogor dengan mendorong masyarakat yang kreatif, adaptif, produktif, serta mampu menghasilkan solusi berbasis pengetahuan, teknologi, dan kolaborasi.
Dengan demikian, keberhasilan BIA 2026 tidak semata diukur dari jumlah peserta maupun pemenang, tetapi dari seberapa banyak inovasi yang benar-benar dapat memberikan perubahan dan manfaat bagi masyarakat Kota Bogor.
Editor: Ifan Jafar Siddik