Layanan Stroke Diperkuat, Warga Bogor Tak Perlu ke Luar Daerah untuk Penanganan
BOGOR, iNewsBogor.id – Penanganan stroke membutuhkan kecepatan sejak gejala pertama muncul. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap penyakit pembuluh darah, layanan kesehatan di Kota Bogor terus diarahkan untuk memperkuat kemampuan deteksi dan penanganan kasus stroke.
Salah satunya dilakukan RS PMI Bogor dengan pengembangan Brain Center dan Code Stroke, yang didukung tenaga medis serta sejumlah fasilitas penunjang seperti CT Scan dan MRI.
Direktur Utama RS PMI Bogor, drg. Sutarto, Sp.BM, mengatakan penguatan layanan kesehatan otak dan pembuluh darah menjadi salah satu perhatian rumah sakit tersebut dalam momentum HUT PMI ke-81.
“Untuk Brain Center tadi SDM kita relatif lengkap. Penunjang medis juga kita ada CT Scan dan MRI,” ujar Sutarto kepada Radar Bogor, Minggu (20/9/2026).
Menurut dia, keberadaan layanan tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif bagi masyarakat Bogor dan daerah sekitarnya yang membutuhkan penanganan terkait stroke.
“Harapannya, di Bogor sendiri sudah ada,” katanya.
Salah satu bagian penting dalam penanganan stroke adalah mengenali gejala sedini mungkin. Masyarakat dapat menggunakan metode FAST sebagai pengingat sederhana.
Face berarti memperhatikan perubahan pada wajah, seperti salah satu sisi wajah tiba-tiba terlihat turun atau tidak simetris.
Arm berkaitan dengan kondisi lengan. Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah ketika satu lengan tiba-tiba mengalami kelemahan atau sulit diangkat.
Speech merujuk pada gangguan bicara, misalnya bicara pelo, tidak jelas, atau kesulitan berbicara.
Sementara Time menjadi pengingat untuk segera mencari pertolongan medis ketika gejala tersebut muncul secara tiba-tiba.
Kecepatan mendapatkan pertolongan penting karena tenaga medis perlu segera melakukan evaluasi untuk menentukan kondisi dan penanganan pasien.
Selain penguatan layanan medis, RS PMI Bogor juga mendorong masyarakat memperhatikan faktor risiko penyakit pembuluh darah, termasuk tekanan darah tinggi.
Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian HUT PMI ke-81 yang antara lain diisi kegiatan Fun Walk, pemeriksaan kesehatan dan edukasi kepada masyarakat.
Fun Walk diikuti sekitar 600 peserta, dengan lebih dari separuh peserta berasal dari kalangan eksternal rumah sakit.
Sutarto mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari peringatan HUT PMI, tetapi juga mendorong masyarakat membangun kebiasaan hidup aktif.
“Harapannya dengan berolahraga, kita juga mensosialisasikan kegiatan kita harus beraktivitas agar kita sehat,” ujarnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, masyarakat juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan, antara lain tekanan darah, gula darah serta pemeriksaan pembuluh darah menggunakan metode NIVA.
Pemeriksaan kesehatan dan aktivitas fisik menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatan sejak dini.
RS PMI Bogor saat ini merupakan rumah sakit tipe B di Kota Bogor. Penguatan layanan kesehatan otak dan pembuluh darah menjadi salah satu bagian dari pengembangan pelayanan bagi masyarakat.
Sutarto berharap masyarakat Bogor dan wilayah sekitarnya semakin memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang dibutuhkan tanpa harus mencari fasilitas pelayanan di luar daerah.
“Harapannya ke depan sih Rumah Sakit PMI menjadi pilihan warga Bogor dan sekitarnya untuk berobat di Rumah Sakit PMI Bogor,” katanya.
Momentum HUT PMI ke-81 sekaligus menjadi pengingat bahwa upaya menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika seseorang sudah mengalami gangguan kesehatan.
Mengenali faktor risiko, menjaga aktivitas fisik, melakukan pemeriksaan kesehatan dan memahami tanda awal stroke dapat menjadi bagian dari upaya masyarakat menjaga kesehatan sejak dini.
Editor: Ifan Jafar Siddik