IBI Kesatuan Dorong UMKM Bogor Manfaatkan AI untuk Kejar Daya Saing
Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyoroti pentingnya mendorong UMKM agar tidak berhenti pada skala usaha mikro, tetapi mampu berkembang dan naik kelas.
Dedie mengatakan pemerintah daerah perlu hadir menciptakan ekosistem yang mendukung peningkatan kualitas UMKM, termasuk melalui pemanfaatan teknologi.
“UMKM harus terus didorong untuk naik kelas. Pemanfaatan AI bisa menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kualitas usaha, baik dari sisi produk maupun pemasaran,” ujar Dedie.
Menurutnya, perkembangan teknologi membuka ruang baru bagi UMKM untuk menjangkau konsumen secara lebih luas. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam proses transformasi tersebut.
Akademisi IPB University, Prof. Dr. Ir. Haryanto, dalam seminar tersebut membahas potensi AI untuk memperkecil kesenjangan antara UMKM dan perusahaan besar.
Melalui materi “Can AI Close the Gap? Memperkecil Kesenjangan UMKM dan Usaha Besar melalui Teknologi dan Kebijakan”, ia menjelaskan bahwa AI tidak hanya berpotensi meningkatkan kinerja perusahaan yang sudah produktif.
Teknologi tersebut juga dapat menjadi instrumen catching-up bagi usaha kecil untuk meningkatkan kemampuan dan mengejar pelaku usaha yang lebih besar.
Sementara itu, Dr. Eugenia Mardanugraha dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI menekankan pentingnya inovasi agar UMKM mampu beradaptasi dengan perubahan pasar.
Adapun akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Leo Aldianto, menyoroti pentingnya membangun jaringan pelanggan. Menurutnya, UMKM tidak selalu membutuhkan anggaran besar untuk memenangkan jaringan pelanggan, tetapi harus mampu menjadi usaha yang mudah dihubungi, bermanfaat, personal, sosial dan terbuka.
Editor: Ifan Jafar Siddik