Minum Kopi Setiap Hari Baik untuk Liver? Dosen IPB University Ungkap Faktanya
BOGOR, iNewsBogor.id – Minum kopi setiap hari ternyata tidak selalu berdampak buruk bagi kesehatan liver. Pada orang dewasa sehat, konsumsi kopi dalam jumlah wajar justru dikaitkan dengan risiko fibrosis hati yang lebih rendah.
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr. Widya Khairunnisa Sarkowi, mengatakan kopi masih dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat selama dikonsumsi dalam batas yang wajar.
"Salah satu anggapan yang paling sering muncul adalah bahwa kopi dapat merusak hati. Pada konsumsi yang wajar, bukti ilmiah justru menunjukkan bahwa konsumsi kopi berkaitan dengan risiko fibrosis hati yang lebih rendah,” kata dr. Widya.
Menurutnya, sejumlah penelitian menunjukkan orang yang rutin mengonsumsi kopi cenderung memiliki risiko lebih rendah mengalami fibrosis atau terbentuknya jaringan parut pada hati, termasuk sirosis.
Bahkan, pada salah satu penelitian terhadap pasien dengan perlemakan hati, konsumsi kopi dikaitkan dengan risiko fibrosis yang lebih rendah sekitar 35 persen.
"Penelitian oleh Bravi et al juga menemukan bahwa konsumsi kopi menurunkan risiko penyakit hati, termasuk kanker hati, meskipun penelitian yang ada masih perlu dikonfirmasi melalui penelitian dengan subjek yang lebih besar,” ujarnya.
Batas Aman Minum Kopi Setiap Hari
Meski memiliki potensi manfaat, dr. Widya mengingatkan bahwa kopi bukan berarti boleh dikonsumsi tanpa batas. Menurutnya, konsumsi kafein sekitar 300–400 miligram per hari, atau setara dengan sekitar 2–3 cangkir kopi, masih dapat ditoleransi oleh sebagian besar orang dewasa sehat.
“Untuk sebagian besar orang dewasa sehat, FDA (Food and Drug Administration) menyebut konsumsi kafein hingga sekitar 400 mg per hari umumnya tidak memiliki efek negatif,” jelasnya.
Namun, konsumsi kafein perlu dibatasi pada orang dengan kondisi tertentu, seperti jantung berdebar, gangguan irama jantung, sulit tidur, mudah merasa gelisah, asam lambung, maupun GERD.
Sementara bagi ibu hamil, asupan kafein disarankan tidak lebih dari 200 mg per hari dari seluruh sumber, termasuk kopi, teh, dan cokelat.
Waspada Gula dan Krimer dalam Kopi
Menurut dr. Widya, persoalan kesehatan tidak hanya terletak pada kopinya, tetapi juga bahan tambahan yang digunakan. Kopi dengan tambahan gula, sirup, krimer, atau susu tinggi kalori dapat meningkatkan asupan gula dan kalori secara signifikan.
Jika dikonsumsi berlebihan, kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap masalah metabolik, termasuk resistensi insulin yang juga berkaitan dengan kesehatan liver.
"Fondasi utama kesehatan hati tetap melalui menjaga berat badan sehat, makan bergizi seimbang, berolahraga rutin, membatasi alkohol, serta mengontrol diabetes, kolesterol, dan penyakit metabolik lainnya,” tuturnya.
Ia menambahkan, pada orang yang mengalami kelebihan berat badan, penurunan berat badan sekitar 5–10 persen dapat memberikan dampak positif terhadap kondisi hati.
Kopi bukan Minuman Detoks untuk Liver
Dr. Widya juga meluruskan anggapan bahwa kopi me rupakan minuman “detoks” yang dapat membersihkan liver. Hati memiliki sistem alami untuk memproses berbagai zat di dalam tubuh.
Namun, kopi tidak dapat dianggap sebagai minuman detoks maupun sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit hati.
Dengan demikian, minum kopi setiap hari dalam jumlah wajar dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat bagi sebagian besar orang dewasa.
Namun, manfaat tersebut tetap harus dilihat dalam konteks pola hidup secara keseluruhan. Kopi bukan pengganti pola makan sehat, olahraga, pengendalian berat badan, maupun pengobatan terhadap penyakit metabolik yang dapat memengaruhi kesehatan liver.
Editor: Furqon Munawar