Dari Renovasi Gazebo Jadi Gedung Utilitas, Proyek di Kota Wisata Bogor Dipersoalkan Warga
Warga juga mempertanyakan anggaran pembangunan gedung utilitas tersebut. Berdasarkan informasi awal yang mereka terima, biaya proyek diperkirakan mencapai Rp650 juta. Namun, angka yang kemudian disebutkan meningkat menjadi Rp1,5 miliar.
Perubahan nilai anggaran itu memunculkan pertanyaan mengenai rincian biaya, sumber pendanaan, serta dasar perhitungan kebutuhan pembangunan.
Warga ingin mengetahui secara terbuka bagaimana anggaran tersebut disusun dan apa yang mendasari kenaikan nilainya.
Selain itu, mereka menyoroti permintaan tambahan sumbangan kepada sekitar 150 penghuni untuk membiayai proyek tersebut.
Menurut warga, mekanisme pengumpulan dana perlu dijelaskan secara transparan, termasuk alasan perlunya tambahan sumbangan di tengah adanya pemasukan rutin lingkungan melalui Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL).
Bagi mereka, keterbukaan mengenai anggaran dan pelibatan warga dalam pengambilan keputusan menjadi hal penting agar pembangunan fasilitas bersama tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Hingga informasi ini disusun, sejumlah persoalan yang disampaikan warga masih memerlukan penjelasan dari pihak pengurus RW, terutama terkait perubahan desain dan luas bangunan, status serta peruntukan lahan, proses sosialisasi, dan rincian anggaran pembangunan. Keterangan dari pihak terkait diperlukan agar persoalan ini dapat dilihat secara berimbang.
Editor: Ifan Jafar Siddik