Hari Santri 2026, Zenal Abidin Dorong Santri Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Akhlak
BOGOR, iNewsBogor.id – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk merefleksikan kembali peran santri dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), santri dituntut tidak hanya menjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor, H. M. Zenal Abidin, yang memiliki latar belakang pendidikan pesantren. Baginya, menjadi santri bukan sekadar identitas yang melekat pada seseorang karena pernah mengenakan sarung dan peci, melainkan nilai kehidupan yang tercermin melalui akhlak, kedisiplinan, penghormatan kepada guru, serta tanggung jawab terhadap masyarakat.
Menurut Zenal, santri masa kini harus memiliki kepercayaan diri untuk mengambil peran di berbagai bidang kehidupan. Mereka tidak boleh merasa minder atau menganggap diri tertinggal hanya karena berasal dari lingkungan pesantren.
"Santri tidak harus selalu memakai peci dan sarung. Santri harus bisa masuk ke segala lini kehidupan, membaur dengan masyarakat, dan terus belajar. Yang terpenting, adab dan akhlak tetap dijaga," kata Zenal dalam refleksinya mengenai peran santri di era modern.
Bagi Zenal, nilai-nilai pesantren justru menjadi bekal penting ketika seseorang terjun ke ruang publik, dunia kerja, maupun pemerintahan. Kemampuan intelektual perlu berjalan beriringan dengan integritas, etika, dan kepedulian sosial.
Editor: Ifan Jafar Siddik