Bertepatan Hari Santri Nasional, Ibu Bhayangkari Serahkan Bantuan Fasilitas di Ponpes
BOGOR, iNewsBogor.id - Bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, suasana haru dan semangat menyelimuti Pondok Pesantren Ridho Manah, Kampung Ciwaru, Desa Tenjo, Kabupaten Bogor. Kunjungan istri anggota Polisi yang juga Direktur Pondok Pesantren ini sekaligus diisi dengan penyerahan bantuan fasilitas guna mendukung kelancaran pendidikan dan kebutuhan santri.
Bripka Zaenal, anggota Polisi kelahiran Bogor beserta istrinya Lisdawati, disambut antusias oleh anak‑anak asuh santri saat tiba di lokasi. Sebagai istri Bhayangkari sekaligus pengasuh dan direktur disalah satu perusahaan, Lisdawati aktif mengembangkan lembaga pendidikan agama tersebut untuk anak‑anak di sekitar wilayah Tenjo. Kamis (22/10/2026).
Lisdawati menyampaikan bahwa kehadiran mereka pada hari ini bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, sekaligus penyerahan bantuan fasilitas untuk ponpes.
“Kebetulan saya ke sini untuk memberikan bantuan fasilitas kepada Pondok Pesantren Ridho Manah. Dan kebetulan memang hari ini sekalian kita memperingati Hari Santri Nasional.
"Jadi saya ucapkan kepada para santri di manapun berada: makin semangat ilmunya, semakin barokah, dan semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujar Lisdawati.
Ia menambahkan bahwa upaya mendukung pendidikan agama adalah kewajiban umat muslim.
“Motivasi saya sederhana, sebagai seorang muslim, ini kewajiban kita untuk menegakkan agama Allah, salah satunya dengan jalan membantu pendidikan. Apalagi ini pendidikan agama Islam. Ini bagian dari jihad fisabilillah. Saya dan suami beserta rekan‑rekan berkeinginan mempermudah anak‑anak dalam belajar dan menuntut ilmu dengan baik,” ungkapnya.
Pihak ponpes telah menyusun rencana pembangunan bertahap untuk mendukung kegiatan santri. Tahap pertama akan difokuskan pada pembangunan sarana sanitasi berupa MCK untuk para santri, kemudian dilanjutkan pembangunan asrama tempat tinggal mereka.
Saat ini, ada sekitar 10 hingga 15 santri yang menetap di ponpes, sementara sekitar 60 anak mengikuti kegiatan belajar mengaji setiap hari.
Lisdawati berharap dukungan yang diberikan dapat menggerakkan semangat kebaikan yang lebih luas di masyarakat.
“Harapannya, semoga kita semua punya semangat untuk terus menyebarkan kebaikan — bukan hanya untuk pribadi sendiri, tapi juga untuk agama dan bangsa,” pungkasnya.
Editor: Furqon Munawar