Dampak Gaya Hidup Sehat Berolahraga Datangkan Kebaikan Bukan yang Berat

Dyah Ratna Meta Novia
.
Sabtu, 02 Oktober 2021 | 09:02 WIB
Gaya hidup sehat bukan saja berolahraga namun juga memperhatikan hal-hal penting lainnya. (Foto: Freepik)

JAKARTA, iNews.id - Gaya hidup sehat bukan saja berolahraga namun juga memperhatikan hal-hal penting lainnya. Banyak orang beranggapan dengan berolahraga sudah cukup disebut gaya hidup sehat.

Padahal olahraga hanya salah satu bagian saja mencapai gaya hidup sehat. Selain rutin Dietberolahraga, gaya hidup sehat juga harus diselaraskan dengan makan yang sehat, diet sehat dan cukup tidur atau istirahat serta mengelola stres dengan cara yang baik.

Namun memang patut dicatat bahwa olahraga menjadi bagian penting yang mampu memaksimalkan sejumlah organ tubuh untuk berkerja maksimal.

Dr. dr. Carmen Yahya dari MRCCC Siloam Hospitals Semanggi menjelaskan, olahraga sebagai gaya hidup perlu dilakukan dengan memahami hal spesifik kegunaan berolahraga.

"Fungsi berolahraga yaitu meningkatkan kemampuan pompa jantung, memaksimalkan fungsi paru, mendorong sirkulasi darah terbaik, dan yang juga penting membantu pembentukan Imunitas tubuh terhadap penyakit," ujar Dokter Carmen, Jumat, (1/10/2021).

Menurut Dokter Carmen, untuk memulai rutinitas olahraga tentunya dimulai dengan mengetahui kondisi fisiknya lalu menentukan target manfaat dengan berolahraga. Selain itu juga memperhatikan batasan dan berkonsultasi dengan ahli sebagai bagian penting.

"Satu hal lainnya adalah bahwa cedera dalam berolahraga sering menjadi bagian gerak tubuh yang perlu dipahami dan ditangani tepat oleh para Ahli," imbuhnya.

"Penting untuk diingat bahwa olahraga yang terbaik adalah yang mendatangkan kebaikan dan kesehatan, untuk yang sedang sakit atau tidak fit sebaiknya menunggu kondisi tubuh kembali membaik. Atau bila sangat ingin berolahraga, solusinya dengan gerak badan yang ringan dan terukur. Ingat bukan yang berat," tutur Dokter Carmen.

Adapun pada penderita obesitas, prinsipnya adalah olahraga yang tidak membebani sistem sendi, lutut, atau engkel. Contohnya, dengan berolahraga renang dan sepeda statis terukur, dengan asupan nutrisi yang tepat dan latihan rutin minimal 30 - 60 menit/ hari.

"Secara bertahap, target berikutnya dapat ditentukan. Dengan peningkatan jenis olahraga yang dilakukan. Dimasa pandemi seperti ini berolahraga idealnya menggunakan masker sebagai prokes Covid-19, namun karena kebutuhan tubuh akan asupan oksigen meningkat pada saat berolahraga, kita harus membatasi waktu saat bermasker atau tanpa mengggunakan masker. Juga harus memastikan kita berada di area yang tingkat penularannya rendah dan tetap menjaga jarak aman serta menjauhi kerumunan walaupun pro atau kontra tentang hal ini, bisa saya mengerti," terang Dokter Carmen.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Follow Berita iNews Bogor di Google News

Bagikan Artikel Ini