Kiamat Jatuh pada Hari Jumat Sama dengan Saat Adam Dicipta, Dikeluarkan, Diterima Tobat dan Wafatnya
KIAMAT pasti akan datang dan tidak diketahui secara pasti hal itu akan terjadi, Hanya Allah Ta'ala yang mengetahuinya.
Saat kiamat terjadi maka huru-hara bakal muncul di langit dan di bumi. Allah Ta'ala sudah menjelaskan hal tersebut secara lengkap di dalam Al-Quran Surat Al-A'raf Ayat 187.
Namun bila ada pertanyaan lantas kapan hari kiamat terjadi. Pengetahuan tentang Hari Kiamat hanya ada pada Allah.
Kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. Allah hanya mengabarkan tanda-tandanya melalui lisan kekasih-Nya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Disebutkan dalam Hadis sahih bahwa Hari Kiamat terjadi pada Hari Jumat.
Pada hari itu, semua binatang melata ketakutan dan cemas. Mereka berjaga sejak Subuh hingga terbit matahari. Semua ketakutan kecuali dua makhluk yaitu Jin dan Manusia. Kedua makhluk ini kebanyakan lalai.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah bersabda:
خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ فِيهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُهْبِطَ وَفِيهِ تِيبَ عَلَيْهِ وَفِيهِ مَاتَ وَفِيهِ تَقُومُ السَّاعَةُ وَمَا مِنْ دَابَّةٍ إِلَّا وَهِيَ مُسِيخَةٌ يَوْمَ الْجُمُعَةِ مِنْ حِينَ تُصْبِحُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ شَفَقًا مِنْ السَّاعَةِ إِلَّا الْجِنَّ وَالْإِنْسَ
"Sebaik-baik hari ketika matahari terbit adalah Hari Jumat, pada hari itu Adam dicipta, pada hari itu Adam diturunkan (dikeluarkan) dari surga, pada hari itu pula taubatnya diterima, pada hari itu juga ia wafat, pada hari itu Kiamat akan terjadi dan tidak ada binatang melata satu pun kecuali mereka menunggu pada hari Jumat sejak Subuh sampai terbit matahari karena takut akan datangnya hari Kiamat kecuali Jin dan manusia."(HR Abu Daud No 1046, shahih)
Di riwayat lain Rasulullah bersabda: "Tidak ada hewan melata di bumi, kecuali menjelang pagi hari Jumat, mereka berteriak hingga terbit matahari karena takut terjadinya hari kiamat, kecuali anak Adam." (HR Malik, Ahmad, Ibnu Hibban dan Al-Hakim).
Hadis lain menyebutkan: "Pada hari itu, ketika akan terjadi hari kiamat, tidak ada satu Malaikat pun yang didekatkan kepada Allah, tidak juga langit dan bumi. Angin, gunung dan lautan melainkan semuanya takut pada hari Jumat". (HR Ibnu Majah dan Ahmad)
Ustaz Farid Nu'man Hasan menjelaskan makna Hadis di atas dengan menukil keterangan dari Syekh Abdul Muhsin Al-Abad Al-Badr hafizhahullah:
"Maka, mereka semua tidak tahu kapan terjadinya kiamat, Allah Ta'ala yang mengetahui kapan terjadinya. Tidak diketahui pada tahun kapan terjadinya, pada hari apa, dan bulan apa. Tetapi, tidak diragukan lagi bahwa kiamat tidaklah terjadi pada hari Sabtu, Ahad, Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis. Dia terjadi pada hari Jumat tertentu, karena hal ini telah shahih diriwayatkan dari (Hadis) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa Sallam. Tetapi, Jumat yang mana dari bulan yang mana, dari tahun yang mana? Tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah Ta'ala." (Syekh Abdul Muhsin Al Abad Al Badr, Syarh Sunan Abi Daud No 490)
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
